taher 18/08/2015
Simulasi pencegahan aksi radikal
Simulasi pencegahan aksi radikal

POSKOTA.CO – Komando Distrik Militer 1616/Gianyar, Bali, menggugah peran pemuda dan pemudi di daerah itu untuk kuat menghadapi ancaman perang modern dengan mengedepankan kegiatan positif generasi muda.

“Kami berupaya menggugah kembali pemuda-pemudi Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Gianyar untuk lebih memahami peran pemuda melalui kegiatan positif yang dapat menjadi contoh bagi generasi muda di bawahnya,” kata Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Berto SP Capah usai membuka seminar bertajuk peran pemuda dalam menghadapi perang modern dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika di Markas Kodim setempat di Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa.

Dia mengingatkan bahwa peran pemuda dalam membangun negara sangat penting oleh karena itu pihaknya ingin menggugah kembali generasi muda Indonesia untuk lebih berkarya positif bagi pembangunan negeri.

Karya positif itu bisa diwujudkan dengan meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari bangsa lain.

Pihaknya juga menekankan agar generasi muda bersatu di tengah perbedaan dan kemajemukan bangsa untuk menghadapi era globalisasi.

“Dalam membangun negara dibutuhkan tenaga muda yang berkompeten dalam semua bidang dengan dapat menjadi contoh bagi generasi muda selanjutnya, ancaman kedepan tidak serta-merta bersifat ancaman kekerasan, namun dapat bersifat bentuk pola budaya dan ekonomi,” ucapnya.

Sehingga, ucap dia, diharapkan pemuda akan lebih jeli mencermati ancaman modern yakni persaingan bukan lagi ancaman seperti saat zaman merebut kemerdekaan yang lebih banyak mengorbankan tumpah darah.

Seminar memaknai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia itu diikuti oleh organisasi kepemudaan di Kabupaten Gianyar antara lain Forum Komunikasi Putra Puteri Purnawirawan (FKPPI), Pramuka Saka Wira Kartika, dan sejumlah tokoh pemuda yang ada di daerah seni itu.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*