harmono 16/06/2014
Ruko ambruk di Samarinda yang memakan korban 12 orang tewas. (DOK)
Ruko ambruk di Samarinda yang memakan korban 12 orang tewas. (DOK)

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Kalimantan Timur, menetapkan pemborong rumah toko (ruko) di kompleks perusahaam Cendrawasih Permai yang ambruk dan menewaskan 12 pekerja, sebagai tersangka.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasat Reskrim) Polresta Samarinda AKP Suryono di Samarinda, Senin, mengatakan pemborong berinisial NI itu ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (13/6).

“Dari rangkaian penyidikan yang telah kami lakukan terkait ambruknya ruko di Jalan Ahmad Yani, yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia itu, sejak Jumat (13/6), kami telah menetapkan NI, pemborong bangunan yang ambruk itu sebagai tersangka,” ungkap Suryono.

Pemborong itu, kata dia, dijerat pasal 360 KUH Pidana tentang Kelalaian.

“Penetapan tersangka terhadap pemborong ruko ambruk itu karena sudah memenuhi unsur-unsur terhadap pasal yang disangkakan,” kata Suryono.

Namum, kata dia, walaupun telah ditetapkan sebagai tersangka, NI hingga saat ini belumn ditahan.

“Kuasa hukumnya yang memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak akan melarikan diri sehingga dia (NI) tidak dilakukan penahanan,” ujar Suryono.

Hingga saat ini Polrta Samarinda telah memeriksa 20 orang sebagai saksi terkait ambruknya ruko Cendrawasih Permai yang menyebabkan 12 pekerja tewas.

“Kami masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan uji laboratorium dari Labfor Surabaya, Jawa Timur. Proses penyidikan masih terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain,” ungkap Suryono.

Ruko di kompleks perumahan Cendrawasih Permai itu ambruk pada Selasa (3/6) pagi sekitar pukul 06.30 WITA.

Saat itu, terdapat 84 pekerja yang berada di dalam rumah toko berlantai tiga tersebut, 64 orang berhasil selamat sementara lima orang terluka.

Pada peristiwa tersebut, 70 orang berhasil selamat, 14 orang dilaporkan tertimbun reruntuhan gedung, 12 diantaranya meninggal dunia dan dua berhasil dievakuasi dengan selamat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*