PASUKAN KODAM VII WIRABUANA SIAP HALAU TERORIS – Poskota.co
Saturday, September 23

PASUKAN KODAM VII WIRABUANA SIAP HALAU TERORIS

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti menyatakan siap membantu menghalau teroris apabila dibutuhkan dalam menangani permasalahan bangsa.

“Kalau TNI bergerak dan perlu penguatan, saya siap. Kalau wilayah itu dekat dengan daerah saya, maka pasukan saya siapkan apabila sewaktu waktu dibutuhkan,” katanya usai memberikan materi Seminar Kebangsaan di Balai Prajurit Manuggal Jenderal Yusuf Makassar, Rabu.

Menurut dia pembajakan sekaligus penyanderaan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) di Filiphina sudah di tangani Mabes TNI di pusat. Namun demikian pihaknya siap menghalau bila itu masuk di daerah teritorialnya.

“Saya kita itu keputusan dari Panglima TNI. Tetapi begitu ada pembajakan kita bergerak, tapi itu kan daerah perairan Sulawesi Utara. Namun tetap disiagakan pasukan diperbatasan, kalau TNI bergerak dan perlu perkuatan, saya siap,” ulasnya.

Mengenai pergerakan kelompok teroris, Santoso yang mulai terdesak karena kekurangan bahan makanan dan memicu pelarian mereka diduga mulai masuk di perkampungan warga perbatasan Sulawesi Barat atau Sulawesi Selatan, kata Pangdam, tugas TNI menjaga teritorial.

“Kita harus jamin teritori kita aman. Jadi tugas TNI selalu mengajak masyarakat jaga pekarangan, jaga RT/RW kita, kalau semua orang menjaga, maka Sulsel dan Sulbar ini aman,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)