taher 13/08/2015

gatotPOSKOTA.CO – Panglima TNI Gatot Nurmantyo melontarkan pernyataan yang cukup keras terhadap pihak-pihak yang selalu berupaya mendorong pemerintah untuk impor. “Pihak-pihak itu tak ubahnya penjajah di zaman sekarang, mereka adalah orang Indonesia tapi memiliki hati pirang. Mereka sesungguhnya adalah pengkhianat bangsa yang harus diperangi,” ujar Gatot, Selasa (11/8), saat membuka acara Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

Gatot juga melihat, permainan daging sapi ini diciptakan saat petani dan peternak sedang menikmati hasilnya. “Hewan milik peternak dihitung semua, tapi nanti saat Idul Fitri, Idul Adha harganya lalu jatuh. Dan ini dilakukan oleh sekelompok orang. Nah, sebenarnya mereka-mereka ini adalah pengkhianat bangsa,” katanya.

“Mereka ini tidak peduli terhadap rakyat kecil karena yang kita lihat saat ini justru terjadi permainan. Petani, peternak jadi permainan manakala begitu panen, kemudian ciptakan permainan, (dorong) impor sehingga harga beras milik petani jatuh. Akibatnya petani rugi,” tambahnya tegas.

Parahnya lagi, menurut Gatot pengkhianat bangsa ini bisa berasal dari mana saja. Mulai dari berbaju polisi, berbaju TNI, dan juga bisa berbaju pertanian. Karena itu, Gatot pun dengan tegas akan siap memerangi pihak-pihak yang berupaya merongrong bangsa. “Kita dulu dijajah Belanda, tapi sekarang kita dijajah orang Indonesia tapi hatinya pirang,” katanya.

Yang lebih miris lagi, lanjut dia, pihak-pihak ini asal “ngecap” alias bicara tanpa data. “Datanya diangan-angan. Orang Indonesia dibuat menjadi bodoh. Data BPS (Badan Pusat Statistik) dibilang salah tapi data LSM benar. Ini aneh. Jadi dipaksa untuk impor dan sebagainya. Inilah yang saya katakan bahwa kita sudah lama sebenarnya diserang dan ini nyata terjadi,” katanya.

Karena itu, tegas Gatot, tak ada solusi lain selain revolusi pangan, guna mewujudkan ketahanan pangan nasional. “65 tahun lalu Bung Karno sudah punya visi seperti ini, kita sudah diingatkan siapkan pangan. Jadi, mari wujudkan negara kita sebagai negara agraris, negara maritim dengan gotong royong sesuai visi presiden,” tutupnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*