Djoko Waluyo 15/07/2015

POSKOTA.CO – Pernahkah kita melihat semut mati dalam cangkir kita yg berisi teh manis? Semut sangat menyukai Hal yg manis, maka ada pepatah ada gula, ada semut. Dimana ada gula semut ada di sana. Tapi mengapa semut mati dalam teh manis, atau air susu manis?oc dalam

Semut ingin menikmati sebanyak-2nya rasa manis itu sedangkan mereka tak akan mampu membawanya karena rasa manis itu ada di dalam air yang sesungguhya. Inilah dunia persilatan yang baru dilakoni oleh OC Kaligis. Selama ini, pengacara yang sudah punya nama besar itu, praktis hanya menangani perkara perkara yang melibatkan klien berduit.

Banyak kasus korupsi ditangani, termasuk masalah keluarga Cendana. Inilah ibarat kehidupan semut. Dimana OC Kaligis hanya berseliweran pada orang orang bermasalah yang punya duit tebal. Kenikmatan dunia tak akan bisa di bawa dan hanya sesaat dapat dinikmati dan bagi yg tak bisa mengendalikan diri atau keserakahan ada padanya mereka akan mati di dalamnya.

Apes OC. Itulah komentar sesama praktisi hukum. Pengacara kondang Otto Cornelis (OC) Kaligis
berkilah, pihaknya hanya memberi uang THR. Karena Panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, berulang kali menagih jatah tunjangan hari raya lewat anak buah Kaligis, M. Yagari Bhasatara alias Gerry. “Mereka minta THR ya saya kasih,” ungkap OC Kaligis di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2015).

Kaligis mengaku sudah melarang anak buahnya, tapi anak buahnya ngotot minta tiket,” jelasnya.
Kaligis menampik permintaan THR ditujukan untuk hakim PTUN. “Hakimnya belum tentu, tahu,” tegas dia.
Kaligis resmi menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim PTUN Medan sejak Selasa 14 Juli. Dia ditahan di Rumah Tahanan Guntur untuk 20 hari ke depan.

Perkara ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumut tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus disidik Kejaksaan Tinggi Sumut.

Kasus Dana Bansos dan BDB Sumut sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumut. Berbekal putusan itu, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara OC Kaligis. Kasus AC sebagai pelajaran berharga dari semua pihak.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*