Djoko Waluyo 15/06/2014
Ngaku INTEL  digiring petugas -dok-
Ngaku INTEL digiring petugas -dok-

POSKOTA.CO  – Kepolisian Resort Boyolali berhasil membekuk seorang anggota intelijen gadungan, Yanuar Eko Prasetyo,21, karena melakukan pemerasan di kawasan Desa Sawahan, Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kepala Polsek Ngemplak AKP Ahmad Nadiri, di Boyolali, Minggu, mengatakan, tersangka pemerasan mengaku sebagai anggota Intelijen Polresta Surakarta.

Tindak pemerasan dan penipuan terhadap korban bernisial R warga Kadipiro, Solo, saat sedang berduaan dengan teman prianya. “Kami segera menangkap tersangka warga Padokan, Sawahan, Ngemplak, Boyolali, dan kini ditahan di Polres untuk memeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, tersangka melakukan penipuan dan pemerasan korban di wilayah Ngemplak Boyolali, Sabtu (14/6). Kasus itu, berawal ketika korban sedang berpacaran dengan pacarnya, di kawasan Jalan Tol Solo-Kertosono, Desa Sawahan, Ngemplak.

Korban sedang berduaan dengan teman prianya tersebut didatangi oleh tersangka yang mengaku anggota Intel Polresta Surakarta. Tersangka cari alasan menuduh korban telah berbuat mesum.

Tersangka kemudian mengancam akan melaporkan dan dibuka rahasianya, jika tidak diberi sejumlah uang yang diinginkan. Korban yang diancam itu, ketakutan dan karena tidak mempunyai uang, dia diminta telepon selulernya sebagai jaminan.

Korban kemudian menemui tersangka kembali untuk memberikan uang kepada tersangka Rp 300 ribu. Namun, telepon seluler korban tetap tidak dikembalikan. Korban justru dimintai uang lagi oleh tersangka untuk menebus handphonenya.

Polisi setelah mendapatkan laporan dari korban langsung ke lokasi membekuk tersangka. Dan, polisi juga menyita sebuah handphone merek Nokia, uang tunai Rp511 ribu dan sepeda motor Suzuki Satria AD 4390 GA sebagai barang bukti.

Menurut Kapolsek, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya melakukan pemerasan dengan cara sebagai anggota polisi.

Tersangka juga mengaku melakukan perbuatan pemerasan tersabut lebih dari satu kali, karena daerah kawasan proyek Jalan Tol Desa Sawahan sering digunakan untuk pacaran anak-anak muda.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*