harmono 01/11/2015

IKANADILINDONESIA.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengatakan nelayan tradisional di Pantai Indah Mukomuko setempat memerlukan mesin untuk mengeringkan ikan dan udang hasil tangkapannya.

“Nelayan harus gunakan mesin seperti ‘oven’ untuk mengeringkan ikan dan udang, agar ikan hasil pengolahannya itu cepat kering,” kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat di Mukomuko, Minggu.

Rahmad Hidayat mengatakan hal itu menanggapi permasalahan nelayan Pantai Indah Mukomuko yang mengeluhkan karena tidak maksimal menjemur ikan dan udang saat kabut asap menutupi matahari di wilayahnya.

Rahmad mengatakan nelayan setempat harus menggunakan alat bantu agar proses pengeringan ikan dan udang menjadi lebih cepat. “Kalau hanya mengandalkan sumber panas matahari, tidak bisa setiap hari. Apalagi nanti di saat musim hujan,” ujarnya.

Ia mengimbau nelayan dapat secara swadaya membeli mesin pengering ikan tersebut.

Sekretaris Kelompok Nelayan Pantai Indah Mukomuko Sahrial mengatakan harga udang ‘sae’ kering saat ini turun dari harga Rp20.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Ia mengatakan, harga jual udang hasil pengolahan nelayan di wilayah tersebut menjadi turun karena mutu udang yang dijemur di matahari itu rendah.

Ia mengatakan, nelayan yang mengandalkan sumber panas matahari untuk mengeringkan udang tersebut tertutup kabut asap sehingga membuat warna udang berubah. “Mutu udang yang kami jemur itu tidak bagus karena berwarna kekuningan sehingga harga jualnya merosot,” ujarnya.

Selain itu, katanya, udang yang biasanya kering dalam satu hari, kini dua hingga tiga hari udang tersebut belum bisa kering sempurna.

Ia berharap, wilayahnya cepat terbebas dari kabut asap agar mutu udang dan ikan kering di wilayah itu menjadi bagus dan harga jual kembali naik.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*