harmono 01/03/2016
penagih hutang yang meresahkan
penagih hutang yang meresahkan

POSKOTA.CO – Enam penagih hutang (debtcollector) yang melakukan perampasan sepeda motor digelandang ke Polsek Metro Kebayoran Baru Jaksel, karena mengambil sepeda motor milik masyarakat dengan cara memaksa dengan dalih korban telah menunggak bayar cicilan selama 3 bulan.

Keenam pelaku yang ditangkap:
o. Nelson Rassi, 30 tahun,
o. Nikmel Arison Nepa, 31 tahun,
o. Jidro Nato Otemusu, 35 tahun,
o. Soleman Adonis, 27 tahun,
o. Benyamin Bureni, 27 tahun,
o. Oktovianus Nepa, 44 tahun

Perampas yang dilegalkan oleh pemilik usaha tersebut diringkus di depan Sekolah Tarakanita, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2016) sore.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Ary Purwanto di Mapolsektro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin petang (29/2/2016), para pelaku bekerja disebuah perusahaan yang bekerjasama dengan lising.

Namun, setiap beraksi pelaku tidak menunjukan surat tugas dan langsung merampas sepeda motor para korbannya. Walaupun tidak menggunakan senjata tajam, masyarakat yang takut karena mata elang berbadan gelap selalu menyerahkan motornya.

“Menurut keterangan tersangka mereka sudah beraksi sejak 3 bulan lalu. Setiap satu minggu mereka berhasil mengambil empat motor. Bayangkan tiga bulan sudah sekitar 50 motor berhasil diambil mereka,” tutur Kapolsek.

Setelah mengambil sepeda motor korban, kata Kapolsek, para pelaku lalu mengadaikan motor tersebut ke perorangan sebesar Rp 2 juta. Setidaknya sudah ada empat laporan dari masyarakat yang sudah masuk ke Mapolsek Metro Kebayoran Baru terkait kejahatan itu.

Sebanyak 10 kendaraan roda dua yang berhasil diamankan menjadi barang bukti dari pihak kepolisian. Selain itu, 3 buah handphone Nokia Komunikator Type 9300 dan uang tunai sebesar Rp 800.000. Tak hanya itu, satu buah ID card atas nama Nelson Rassi yang bertugas dari PT Olindo Nusantara.

Informasi yang dihimpun kepolisian, para pelaku tidak hanya melakukan aksi perampasan sepeda motor itu di Kebayoran Baru saja. Melainkan, wilayah Cilandak, Setiabudi, Tebet dan Pasar Minggu.

Hal ini setelah pihak Polsek Metro Kebayoran Baru melakukan klarifikasi terhadap keempat polsek tersebut.

“Pelaku kita kenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan dengan kekerasan dimana ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tutur Kapolsek.

Kapolsek selanjutnya mengimbau bagi masyarakat yang mendapatkan perlakuan serupa, pengambilan sepeda motor tanpa menunjukan surat-surat maka diharapkan untuk melaporkan kejadian itu ke kantor Kepolisian.

Karena dalam Undang-Undang lising diatur bagaimana tata cara pengambilan sepeda motor bagi masyarakat yang melakukan penunggakan pembayaran.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*