MEMBAHAYAKAN YANG MENGONSUMSINYA, PABRIK MAKANAN BAYI DIGELEDAH – Poskota.co

MEMBAHAYAKAN YANG MENGONSUMSINYA, PABRIK MAKANAN BAYI DIGELEDAH

POSKOTA.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten menggerebek pabrik PT Hassana Boga Sejahtera di kompleks pergudangan Taman Tekhno Blok L2 Nomor 35 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Kamis (15/9). Pabrik itu di antaranya memproduksi makanan bayi bermerek ‘Bebiluck’.

“Sebelumnya produk ini adalah produk industri rumah tangga, karena dinyatakan tidak layak oleh pemda, maka mereka pindah dan menyewa gudang tapi tidak memperbaiki izin,” kata Kepala BPOM Provinsi Banten Muhammad Kashuri.

Menurut Kashuri, penjualan produk ini dilakukan secara online dan dijual ke luar kota. BPOM sudah dua bulan memantau kegiatan di pabrik itu. “Pabrik ini memproduksi pangan yang tidak sesuai ketentuan anjuran sehingga bisa membahayakan balita yang mengonsumsinya,” ungkap Kashuri.

Untuk itu, lanjut Kashuri, pabrik ini akan ditutup agar produksi makanan bayi itu tidak beredar di masyarakat. “Makanan ini mengandung bakteri berbahaya Ecoli serta bakteri Coliform yang melebihi batasan. Balita yang mengonsumsi makanan tersebut dapat terserang diare,” kata Kashuri.

Kashuri mengatakan, dengan memproduksi makanan bayi tanpa izin, PT Hassana telah melanggar Undang-Undang Kesehatan Pasal 142 tentang Izin Edar. Selain itu perusahaan juga melanggar Pasal 140 tentang Syarat Keamanan Pangan.

“Yang bersangkutan bisa dikenakan denda maksimal sebesar Rp4 miliar atau pidana kurungan penjara selama dua tahun ini juga melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 62 dengan denda sebesar Rp4 miliar atau kurungan penjara selama empat tahun,” tutur Kashuri.

Pabrik ini, ujar Kashuri, hanya memproduksi makanan bayi dengan beberapa varian antara lain, puding susu dan bubur bayi. Penjualan juga dilakukan secara kemitraan.

Terkait pelanggaran tersebut BPOM bersama kepolisian dan kejaksaan melakukan penyegelan atau penutupan sementara pabrik Bebiluck, sehingga tidak dapat memproduksi makanan sampai ada perkembangan lebih lanjut

Dalam penggeledahan dan pemeriksaan terhadap pabrik makanan bayi merek Bebiluck tersebut selain dihadiri Kepala BPOM Serang Muhammad Kashuri dan jajarannya, juga dihadiri AKP Lili dari Bareskrim Polri Sub Direktorat Industri dan Perdagangan, Aiptu Samiun dari Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya, serta HM Mahmud perwakilan Kejaksaan Tinggi Banten. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)