harmono 13/11/2016

POSKOTA.CO – Kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi media sosial menjadi wadah yang bisa menjembatani. Merajut semua lini melalui jalur komunikasi, informasi yang begitu cepat. Foto, gambar, tulisan dalam hitungan detik sudah mampu menyebar ke berbagai kalangan.

Informasi2 yang positif akan mengedukasi memberikan inspirasi, motivasi bahkan solusi. Kekerabatan yang terputus jauh bisa dikumpulkan kembali dalam grup dan jaringan2 komunikasi.

Informasi-2 uptodate selalu segar dan diterima dengan cepat informasi tentang pengetahuanpun bisa dilakukan. E learning, ealry warning, bisnis secara on line pun akan dengan cepat dilakukan.

Smart phone menjadi pilihan komunikasi dan sharing informasi, yang dengan berbagai aplikasi mampu menjadikannya back office. Fungsinya adalah untuk mampu menginformasikan, memberi komando/perintah + pengendalian, mengomunikasikan, bahkan mensinergikan satu dengan lainnya.

Semakin banyak jaringan maka akan semakin luas cakupanya, dan semakin banyak informasi + data yg dimiliki akan semakin canggih pengetahuanya. Kemampuan menghubung2kan, mengkonstruksi dan menganalisanya akan dapat membawa manfaat prediskisi, antisipasi + solusi. Namun sebaliknya tatkala dijadikan alat untuk memprovokasi bisa saja menjadi viral yang berdampak luas.

aksi-damai-4-november
MEMPROVOKASI

Ketika informasi yg menjadi viral akan memprovokasi dan apa yang dikatakan kemajuan justru menjadi keterbelakangn. Cara berpikir dengan logikapun akan dikalahkan dengan hal-2 yang bersifat emosional.

Tingkat rasionalitasnya hilang, manusia bisa saja menjadi serigala bagi sesamanya krn ada perebutan sumber daya, perebutan pendistribusian sumber daya atau karena harga diri.

Informasi 2 yang difiralkan dengan mudah akan menjadi issue yg belum tentu benar tetapi diyakini kebenaranya. Isue2 ini akan terus bergulir memprovokasi ke sana kemari untuk mendapatkan legitimasi + solidaritas.

Bagi yang ingin memanfaatkanya dengan mudah menunggangi, analoginya Bagai melempar batu dr kejauhan, batu melenting diantara mereka, dan di antara mereka saling tuding dan saling merasa benar, jadilah mereka diadu domba.

Pengadu domba memiliki : ide, power, massa, dan hati yg jahat. Kejahatanya ditaburkan melalui ujaran-2 kebencian dan tatkala sudah merasuk mencandui logika massa nya maka akan munculah ujaran2 penghakiman.

Tatkala kebencian sudah di mana-2 ini menunggu trigger /pemicunya untuk meledak/menunggu timming yg tepat. Bara dalam sekam tinggal menyulutnya saja. Manusia2 yg sudah terhasut/terprovokasi, Bagai kecanduan, mabuk + lupa daratan.

mobil-dibakar-pengunjuk-rasa-4-november
ANARKIS

Keinginanya untk melakukan hal-2 anarkis : kata-2 kasar/tidak senonoh, merusak, menganiaya hingga membunuh. Kepuasanya pada kehancuran, kerusakan, bahkan kematian.

Pikiranya cupet (sumbu pendek) : rusak bakar bunuh dampak yg lebih luas kumaha engkelah. Inilah yg dikatakan balung kere (tidak kuat derajat menjadi bangsa maju, kemampuanya menjadi bar bar, perusak peradaban).

Akankah kita rela tatkala negara yg sangat kaya ini dihancurkan dari viral yg memprovokasi hingga hilang logika dan daya nalarnya bahkan tega mematikan hidup + kehidupan sesamanya? ‎

Sebaliknya juga tatkala informasi2 ini bisa menginspirasi maka bisa juga menjadi counter issue/ obat waras kembali menggunakan logika. Kembali kepada kemanusiaan, membangun peradaban, yg mendinginkan bahkan mematikan bara dalam sekam.

Informasi2 yg sehat dan menyejukan hati, solutif, akan membangkitkan daya nalar yg tinggi, dan mengcounter issue2 viral yg memprovokasi. Keinginan2 jahat bisa dibendung, niat2 serakah untk menguasai, mendominasi sumber2 daya akan dapat dikendalikan.

Tatkala informasi yg mampu menginspirasi dan menjadi daya nalar yg waras, sadar akan merajut luka 2 batin menjadi suatu kekuatan nasionalisme. Cinta kebangsaan, cinta keamanan, kedamaian, dan tentu saja mampu menghalau ketololan2 yg dihembuskan dalam ujaran2 kebencian, keserakahan, kejahatan dan hal-2 lain yg sangat memalukan. Penulis Chryshnanda DL. Kabidbin Gakkum Korlantas Polri 24cris

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*