taher 23/06/2015
Komjen Tito
Komjen Tito

POSKOTA.CO – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengingatkan, alasan apapun termasuk masalah perut, tidak dibenarkan melakukan anarkis. “Jangan dijadikan alasan mencari makan,” tandasnya.

“Saya paham ini masalah perut, tapi masalah perut ini tidak bisa menjadi alasan pembenar dalam pelanggaran hukum apalagi melakukan pengrusakan,” kata Irjen Pol Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Irjen Pol Tito menjelaskan langkah hukum akan terus dilanjutkan untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya dengan mencari aktor intelektual di belakang penyerangan ini. “Apabila nanti kemudian ada aktor intelektualnya akan kita lacak. Dan saya sangat prihatin ini masalah perut, tapi ini masalah hukum saya harus tegakkan,” kata Irjen Pol Tito.

Irjen Pol Tito menambahkan di Indonesia, termasuk Jakarta, tidak ada penyelesaian dengan menggunakan main hakim sendiri. Apalagi dengan cara merusak dan membakar fasilitas umum.

Saat ini, untuk menjaga kawasan Monas, pihaknya mengerahkan 200 personel, yang terdiri dari 100 polisi biasa dan 100 personel Brimob. Penempatan personel tersebut akan ditinjau kembali setelah proses hukum pelaku perusakan berjalan.

Seperti diberitakan, Sabtu (20/6/2015) lalu, ratusan PKL menyerang petugas Satpol PP yang sedang berjaga di pintu timur Monas. Akibat penyerangan tersebut, sejumlah fasilitas berjualan di kawasan kuliner lenggang Jakarta di kawasan Monas dirusak.

Selain itu, enam motor dan satu mobil operasional milik Satpol PP tak luput dari serangan PKL. Dua orang ditahan karena merupakan pelaku perusakan, sedangkan satu orang provokator dilepaskan karena tengah hamil 6 bulan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*