Djoko Waluyo 17/06/2015
Ketua LIRA
Ketua LIRA

POSKOTA.CO – LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Ormas Rumah Pergerakan Rakyat PARSINDO (Perisai Swara Rakyat Indonesia) menolak usulan dana aspirasi DPR sebesar Rp. 20 Milyar per orang. Dana aspirasi itu hanya menjadi lorong tikus buat KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) anggota dewan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Menurut Presiden LIRA, HM. Jusuf Rizal didampingi Sekjen DPP Parsindo, Ahmad Hadariy, Gubernur Lira Sulsel, Ryan Latief dan Ketua Bidang OKK DPPBParsindo, Djuju Purwantoro di Jakarta, kemarin usulan dana aspirasi Rp. 20 M per orang merupakan bentuk penghianatan terhadap rakyat karena penggunaannya diyakini akan lebih banyak dikorup dan merupakan akal2an anggota dewan untuk merampok uang rakyat atas nama aspirasi rakyat.

“Usulan dana aspirasi yang sangat besar itu juga akan mengacaukan sistim dan tata kelola keuangan dan kewenangan antara eksekutif dan legislatif (Dewan). Urusan kegislatif tupoksinya adalah fungsi budgeting, lagislasi dan pengawasan,” kata Rizal.

Sementara implementasi pembangunan sudah diatur anggarannya dan menjadi kewenangan eksekutif. Dikatakan usulan dana aspirasi Rp.20 M per orang juga sarat “corruption by grand desing” dari anggota dewan guna mengakali anggaran. Itu hanya untuk kepentikan pencitraan anggota dewan dengan tujuan bisa mempertahankan konstituennya pada Pemilu 2019.

“Jika dikatakan itu untuk kepentingan rakyat, menjadi pertanyaan rakyat yang mana. Rakyat yang memilih anggota dewan saja kan?. Itu sama saja dengan menari diatas penderitaan rakyat, sebab dengan dana sebesar itu pemerintah bisa mengalokasikan kepada rakyat yang lebih membutuhkan,” ujar pria yang juga sebagai Ketum Parsindo.

Untuk itu menurut Jusuf Rizal hendaknya wacana dana aspirasi itu dihentikan. Tidak perlu ada dana-dana itu. DPR fokus saja pada tupoksinya dan jangan mengambil alih peran eksekutif. Jika DPR masih bersikeras, buta dan tuli, maka LIRA-PARSINDO akan galang dukungan rakyat turun ke gedung dewan untuk menolak dana aspirasi tersebut. (dade)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*