harmono 15/02/2016
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Centeri for Peoples Studies and Advocation (Cepsa) mengatakan pemerintah seharusnya meningkatkan kualitas pelatihan untuk guru honorer yang selama ini berunjuk rasa untuk meningkatkan status kesejahteraannya.

“Permasalahan guru honorer ini harus segera diatasi karena berkaitan juga dengan nasib jutaan siswa yang harus dicerdaskan demi kemajuan bangsa,” kata Direktur Eksekutif Cepsa Sahat Martin Philip Sinurat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, upaya pemerintah memberikan insentif dan pelatihan kepada guru honorer patut diapresiasi, namun pengalokasian anggaran tersebut harus tepat guna sehingga benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru dan terjadi perbaikan pada hasil belajar siswa Untuk tahun ini, ujar dia, pemerintah memberikan insentif kepada 108 ribu guru bukan PNS, dengan jumlah anggaran sebesar Rp389 milyar. Sedangkan untuk peningkatan kualitas guru, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp865 milyar untuk melatih 451 ribu guru.

Menurut Sahat, faktanya peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru ternyata tidak serta merta meningkatkan hasil belajar siswa.

“Apakah pemerintah sudah menjamin adanya pelatih-pelatih berkualitas dan berkompeten untuk meningkatkan kapasitas 451 ribu guru ini,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :