Djoko Waluyo 22/06/2015

tai-chi-press-down-POSKOTA.CO – Dengan keuletan, Chiu diam-diam bekerja keras dalam seni bela dirinya selama hampir 20 tahun, dan mencapai tingkat yang sangat tinggi. Namun, dia akhirnya mandek, tidak bisa maju selangkah lebih jauh untuk melewati tingkat itu.

Kemudian dia berpikir bahwa mungkin dia bisa menerobos tingkat fisik ini dan maju ke tingkat rohani yang lebih tinggi dengan melakukan meditasi dan latihan rohani. Berulang kali para guru rohani ingin mengambil dia sebagai murid, tapi dia tolak. Suatu hari, seorang kerabatnya (yang merupakan seorang rekan inisiat) memperkenalkan buku-buku Guru kepadanya.

Dia merasa senang setelah dia mulai membacanya. Dia berkata kepada dirinya sendiri bahwa inilah Guru yang dia cari. Tak lama setelah itu, Guru berceramah selama dua hari di Dr. Sun Yat Sen Memorial Hall di Taipei. Dia pergi menghadiri ceramah itu
pada hari pertama.

Dia mendapatkan banyak pengalaman rohani ketika dia menerima inisiasi untuk secara resmi menjadi murid Guru. Dia merasa bahwa dia sangat beruntung selama hidupnya, karena bisa menemukan metode dan guru terbaik untuk seni bela diri maupun latihan rohaninya. Kebetulan tak lama setelah dia diinisiasi, Guru mengadakan retret tujuh hari, dan dia mengikutinya.

Pada hari ketiga, selagi melakukan Quan Yin, dia merasakan kekuatan luar biasa naik cepat pada punggungnya, seperti sebuah roda besar yang bergulir atau gelombang laut, terus naik ke kepala. Dia merasa diremajakan, rileks, dan penuh energi. Selama lebih dari 20 tahun berlatih seni bela diri dan Qi Gong, dia tak pernah mengalami terobosan semacam itu.

Pada malam hari pertama ketika Guru membuat Sungai Nektar di Center Hsihu, Chiu mengalami mimpi yang gamblang tentang Guru dan semua lainnya yang sedang membangun sungai itu. Dia juga berada di sana. Guru berkata, “Ayo kita pergi. Kita akan pergi ke atas untuk mengambil beberapa batu yang indah.”

Lalu Guru membawa dia dan beberapa murid penetap ke sebuah tempat di surga untuk mencari batu-batu yang indah. Beberapa batu itu memiliki bentuk yang luar biasa dan dia mengenalinya ketika datang untuk melihat Sungai Nektar yang sudah rampung dibuat.

Tidaklah mengherankan jika banyak rekan inisiat mengalami pengalaman menakjubkan setelah mereka membawa pulang air dari Sungai Nektar untuk diminum, karena bahan-bahan yang digunakan untuk membangun sungai itu berasal dari tingkatan tinggi di surga.

Jago Kungfu Yang Sembunyi di Belakang Pohon dan Menangis

Tahun sebelum Chiu datang untuk menerima inisiasi, Guru tiba-tiba menunjukkan minat yang besar terhadap seni bela diri, terutama Tai Chi. Selama lebih dari setahun Guru telah menanyakan apakah ada ahli Tai Chi di antara rekan-rekan sepelatihan di Formosa, yang bisa datang untuk mengajari murid-murid penetap.

Beberapa orang datang untuk melamar posisi tersebut, namun tak ada yang diterima. Setelah Chiu menerima inisiasi, suatu hari dia berinisiatif untuk menanyakan apakah dia bisa mengajari murid-murid penetap untuk berlatih seni bela diri. Guru segera
menerima dia! Setelah itu, dia mendapatkan banyak kesempatan untuk berada di dekat Guru, dan lebih mengenal-Nya.

Dia mengatakan bahwa saat dia melihat Guru, dia merasa sangat gembira, seperti seorang anak yang bertemu dengan orangtuanya setelah lama berpisah. Sering kali dia tak bisa menahan air matanya. Pada saat-saat seperti itu, dia akan segera mencari pohon untuk sembunyi dan menangis.

Rasa hormatnya kepada Guru melampaui kata-kata; Guru pernah berkata tentang dia, “Pertama kali saya melihat dia, wajahnya tampak menyeramkan, dan dia sangat serius, seolah-olah dia tak pernah tertawa selama bertahun-tahun. Setelah berlatih selama beberapa bulan, tatapan kejam pada matanya lambat laun lenyap, dan dia mulai tersenyum!”

Dia lupa bahwa “laki-laki dewasa tidak menangis”. Semakin dia berlatih, semakin dia menjadi seperti seorang anak yang polos. Biasanya dia tak berbincang-bincang dengan orang, tapi ketika rekan-rekan sepelatihan mengunjungi dia dan bicara tentang Guru, dia bisa bicara tanpa henti.

Ketika Guru pertama menginstruksikan dia untuk mengajarkan Tai Chi di Hsihu, itu adalah misi suci bagi dia. Agar dapat berkonsentrasi penuh dan melakukan pekerjaan dengan baik, dia mengundurkan diri dari semua kegiatan mengajar yang memberinya bayaran, dan mempersembahkan keahlian seumur hidupnya tanpa keberatan.

Chiu merasa bahwa belajar seni bela diri sangat membantu latihan rohani seseorang. Terutama dalam hal Tai Chi, yang menggunakan kelembutan untuk mengatasi tenaga kasar. Itu berbeda dengan aliran seni bela diri lain karena Tai Chi mengandung
lebih sedikit kekerasan.

Selain itu, Tai Chi bisa melatih orang untuk meningkatkan mereka secara fisik dan menjadi penuh energi, sehingga mereka tidak mudah mengantuk selama meditasi, atau menderita sakit punggung. Maka, lebih mudah bagi mereka untuk memfokuskan perhatian mereka, untuk memasuki samadhi dan menikmati dengan lebih baik kebahagiaan dan kegembiraan meditasi.

Menerima inisiasi adalah titik balik penting dalam hidup Chiu, sehubungan dengan peningkatan standar seni bela dirinya, perubahan kepribadiannya, dan sebagainya. Itu merupakan sukacita yang tak pernah dia bisa berhenti menjelaskannya. Dia juga telah mendapatkan pengalaman-pengalaman rohani ‘tak terlukiskan’ yang disebutkan dalam kitab-kitab suci. (bersambung)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*