harmono 11/10/2015
Mayat korban saat ditemukan
Mayat korban saat ditemukan

POSKOTA.CO – Nama Agus sering disebut dalam kasus pembunuhan sadis. Dekade tahun 80 an nama Agus Naser terlibat pembunuhan Ny. Diah istrinya yang mayatnya dipotong 7. Belum lama di Bali, nama Agus Tae, terlibat kasus pembunuhan Angeline, putra angkat Margriet Megawe meski hanya menguburkan jasad. Dan kini lagi-lagi nama Agus sebagai pemerkosa dan penjagal Putri Nur Fauziah, bocah berusia sekitar 9 tahun dibungkus kardus di Jakarta Barat. Mungkin saja nama Agus kebetulan sebagai pelakunya dan masih banyak nama Agus yang pribadinya penuh kasih.

Kasus yang memilukan di awal Oktober 2015 sempat menjadi perhatian masyarakat luas. Ketika polisi mengerahkan anjing pelacak, satwa tersebut selalu mengendus bedeng dimana Agus tinggal. Dari situlah polisi akhirnya mengambil pria yang pernah tercatat sebagai narapidana dalam kasus pelecehan seks terhadap seortang gadis dibawah umur.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangannya kepada wartawan Sabtu, Agus ditetapkan tersangka setelah cukup alat bukti dan hasil visum. “Kasus ini cukup menjadi perhatian publik karena korban dibunuh dengan sadis dan terdapat tanda-tanda kekerasan seksual. Setelah didalami, bukti-bukti yang terkumpul memang mengarah kepada Ags yang sebelumnya sudah ditahan untuk diperiksa,” tandas Tito.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan dari otopsi yang dilakukan didapatkan sejumlah fakta. Pada leher korban ditemukan luka jeratan, lalu ada kerusakan di vagina dan anus korban. Selain itu juga ditemukan sperma di dalam vagina dan anus korban.

“Dari hasil otopsi, bisa dijelaskan rusaknya vagina korban. Ini yang mengarahkan penyelidikan kepolisian, jika bukan karena penetrasi benda tumpul maka motifnya bukan seksual, tapi jika karena penetrasi benda tumpul maka pelaku alami kelainan psikoseksual, kesimpulan awal korban dipenetrasi pelaku,” papar Krishna.

Mayat korban saat ditemukan
Mayat korban saat ditemukan

Krishna menjelaskan, polisi kemudian mengarahkan penyelidikan kepada pelaku yang mengalami psikoseksual. Agus diketahui memiliki sejumlah catatan psikoseksual dan kriminal.

Agus sebelumnya berstatus saksi dalam kasus pembunuhan PNF. Bersamaan dengan itu, Ags juga ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan korban berinisial T, 15. Dalam kasus itu, polisi juga turut memeriksa 13 saksi anak-anak yang membentuk kelompok bernama Boel Tachos.

Di dalam kelompok itu, Ags berperan sebagai koordinator yang meminta sejumlah uang kepada anak-anak itu untuk membeli sabu dan ganja. Agus juga beberapa kali mencabuli dan melecehkan anak-anak tersebut. Kasus PNF berawal dari penemuan sebuah mayat di dalam kardus, tepatnya di Jalan Sahabat, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (2/10/2015).

“Tersangka pembunuhan dan pencabulan dikenakan pasal 340 KUHP pembunuhan berencana atau 338 UHP UU 35 tahun 2014 dengan perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman seumur hidup,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

PEMBUNUH NY.DIAH

o. Nyonya Diah yang sehari-hari dikenal sebagai guru TK Trisula itu ditemukan dalam keadaan mati. Tubuhnya terpotong tujuh yang ditemukan di depan kampus IKIP Rawamangun (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Wajah korban disayat, hidungnya dipapras, jari tangannya dibuang.
Pelakunya tak lain Agus Naser Atmadiwirja. Dia adalah Kepala SMA Muhammadiyah II Kemayoran, Jakarta. Dia adalah suami Ny Diah, wanita yang malang itu. Peristiwa tersebut terjadi pada dekade Th 80 an.

PEMBUNUH ANGELINE

o. Awalnya Agustinus Tae mengaku membunuh Angeline atas perintah orang tua angkat Angeline, Margriet Megawe. Namun dua hari kemudian pengakuan mengejutkan disampaikan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan Angeline, Agustinus Tae,25, di Bali. Agus mengaku dia bukan pembunuh anak angkat majikannya itu, Margriet Megawe. Kali ini, melalui kuasa hukumnya Agus mengaku tidak membunuh Angeline dan hanya menguburkan bocah malang itu atas perintah Margriet, ibu kandung Angeline lah yang membunuhnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*