Djoko Waluyo 20/12/2014

kelenjarPOSKOTA.CO – Sebutan istilah “kelenjar pineal” menciptakan aura yang gaib. Ahli filsafat, fisiologi, fisika, ilmu pengetahuan alam, dan matematika Perancis yang terkenal, Rene Descartes (1596 – 1650), menyebutnya “pusat dari jiwa”.

Yang lain mempercayai inilah Pusat yang membawa “kode kehidupan” dan menyampaikan berbagai pesan ke tubuh. Penelitian akademis telah menemukan bahwa kelenjar pineal berisi sel-sel peka cahaya yang berfungsi seperti sel-sel retina mata, yang membuktikan kebenaran bahwa kelenjar pineal dapat “melihat”. Kemudian, dikenal juga sebagai “mata ketiga”.

Penelitian modern pada produksi melatonin oleh kelenjar pineal telah membongkar sedikit misteri kelenjar pineal.

Kelenjar Pineal dan Melatonin

Kelenjar pineal itu organ berbentuk kerucut yang rata, sebesar kacang polong terletak di pusat otak tengah. Mencapai ukuran terbesar selama masa kanak-kanak, tetapi mengeras dan menyusut dengan bertambahnya usia.

Produksi melatonin oleh kelenjar pineal ditentukan oleh jumlah cahaya yang diterima, karena kelenjar memainkan peranan jam tubuh, disebabkan oleh kepekaannya terhadap cahaya dan pengaturan siklus tidur-bangun.

Selama tidur malam, tingkat melatonin dalam tubuh naik, mencapai puncak antara jam 11 malam dan jam 2 pagi, dan kemudian turun secara dramatis saat hari menjelang fajar.

Produksi melatonin berhubungan dengan umur, meningkat pada tiga bulan setelah lahir, memuncak pada usia enam tahun, dan mulai merosot setelah masa puber.
Pengaruh Melatonin pada Tubuh Manusia

Melatonin memiliki susunan kimia yang sederhana, tetapi memainkan peran yang penting dalam fungsi-fungsi tubuh, mengawasi kerja berbagai kelenjar dan organ, dan mengatur produksi hormon. Juga mengendalikan kelebihan rangsangan saraf simpatik pada tekanan darah bawah dan memperlambat kecepatan jantung sehingga mengurangi dampak pada jantung.

Juga mengurangi ketegangan jiwa, memperbaiki tidur, mengatur jam biologis tubuh, menghilangkan pengaruh dari perbedaan jam tidur, memperkuat kekebalan, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman dan virus, dan mencegah kanker dan pikun.

Produksi Melatonin berbanding terbalik dengan produksi serotonin, zat kimia yang menarik pembuluh darah dan bertindak sebagai pemancar saaraf. Pikiran paling aktif selama siang hari, saat berkelana secara liar dan kacau, menyebabkan peningkatan jumlah serotonin yang diperlukan oleh sel-sel saraf.

Selama malam hari atau meditasi, saat pikiran kurang aktif, serotonin berkurang dan lebih banyak melatonin diproduksi, dan situasinya berubah. Bagaimanapun, saat mata merasakan cahaya, produksi melatonin turun. Inilah mengapa para pekerja malam dan mereka yang tidur dengan lampu menyala memiliki kekebalan lebih rendah terhadap penyakit dan kecenderungan mengembangkan penyakit kanker lebih tinggi daripada
yang lain.

Dua penelitian di Amerika telah menunjukkan bahwa cahaya terang pada malam hari mengurangi produksi melatonin dan menyebabkan pengeluaran hormon estrogen pada perempuan, yang akan meningkatkan timbulnya kanker payudara di antara para perempuan pekerja malam.

Penelitian pada bayi yang meninggal karena sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) menemukan bahwa bayi yang kelenjar pinealnya kurang berkembang menurunkan tingkat melatonin dan melemahkan kemampuan otaknya menangani radikal bebas (molekul-molekul dengan elektron tanpa pasangan) sehingga membuat otak mudah diserang kerusakan radikal bebas.

Penelitian lain pada anak-anak dan orang dewasa pengidap kesedihan tanpa alasan menunjukkan bahwa tingkat melatonin pasien penyakit jiwa lebih rendah daripada orang yang sehat.

Asal Melatonin

Melatonin ada dalam jumlah kecil dalam banyak jenis tanaman, termasuk gandum, jagung manis, beras, jahe, tomat, pisang dan jali-jali. Asupan makanan lain seperti rumput laut, kacang kedelai, biji labu kuning, biji semangka, kacang almond, kacang-kacangan, ragi, susu bubuk campur ragi, kecambah gandum, dan susu membantu meningkatkan produksi melatonin tubuh.

Asupan makanan yang rendah menjamin tingkat melatonin normal. Penelitian menunjukkan bahwa tikus tua yang diberi lebih sedikit makanan memiliki kelenjar pineal yang sehat seperti tikus muda, dan dapat mengatur produksi melatonin. Tingkat melatonin mereka 80 persen dari yang ditemukan pada tikus muda, dibandingkan dengan 40 persen pada tikus tua yang tidak dibatasi makanannya.

Kesimpulan

Walaupun melatonin mempunyai pengaruh penting pada tubuh manusia, tidak ada kesimpulan pasti yang dihasilkan tentang apakah tambahan melatonin bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa produksi melatonin lebih tinggi pada perempuan yang bermeditasi.

Latihan ibu jari kaki juga mendorong produksi melatonin. Olahraga pada siang hari meningkatkan tingkat melatonin, olahraga pada malam hari berpengaruh sebaliknya. Oleh karena itu, disarankan mengurangi makan, bermeditasi, olahraga teratur pada siang hari dan menjalani hidup yang disiplin.

Sumber:
http://www.godsdirectcontact.or.id/mewarnai/Kelenjar-Pineal-yang-Gaib.htm

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*