Djoko Waluyo 17/06/2015
Yusuf Presiden LIRA
Yusuf Presiden LIRA

POSKOTA.CO – Masalah pemukulan anggota Polisi yang melibatkan Kasad Narkoba Polresta, Jakarta Barat, AKBP Parulian Sinaga merupakan kesalah pahaman. Beliau tidak dalam kontek intervensi tapi untuk mendamaikan perselisihan diantara keluarga anggota Polisi yang bertikai.

“Dari keterangan yang LIRA peroleh ini masalah kecil yang dipicu karena senggolan kendaraan. Karena ini menyangkut korps seharusnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

AKBP Parulian Sinaga ikut turun dalam konteks untuk memediasi bukan intervensi,” demikian dikemukakan Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal menanggapi adanya pertikaian antar polisi di Jakarta, kemarin.

Sebagaimana dilansir media bahwa telah terjadi perselisihan antara Brigader Ernaya (Polwan) anggota Dikyasa Polda Metro Jaya dengan Manurung yang juga masih keluarga Polri, karena masalah sepele. Keduanya terlibat cekcok saat mengendarai kendaraan karena senggolan dan kemudian ditangani Polres Jatinegara.

Merasa dirinya tidak salah, saat itulah Manurung menelpon Kasad Narkoba Polresta, Jakarta Barat, AKBP Parulian Sinaga yang merupakan pamannya dan menceritakan apa yang dialaminya saat bersonggolan ketika mengendarai mobil.

“Mengetahui ada masalah kemudian AKBP Parulian Sinaga mendatangi Polsek Jatinegara untuk mendamaikan masalah ini secara kekeluargaan, apalagi masih keluarga besar Polri. Tapi justru dinilai melakukan intervensi.

Bahkan masalahnya melebar yang kemudian mendiskreditkan karena mendatangi Polres Jatinegara,” tegas Jusuf Rizal yang mengaku telah menperoleh klarifikasi sebelum memberikan keterangan kepada media.

Lebih jauh pria yang kerap mengkritisi institusi Polri tersebut mengemukakan saat ini masyarakat sedang menyoroti kinerja institusi Polri. Semesttinya memang urusan sepele tidak perlu dibesar-besarkan karena akan merusak citra Polisi.

Perlu langkah bijaksana menyelesaikan secara kekeluargaan. Dan semestinya upaya AKBP Parulian Sinaga sudah tepat mengambil inisiatif untuk mendamaikan masalah tersebut.

“Jadi menurut LIRA masalah tersebut seharusnya tidak perlu terlalu dibesar2kan dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” tegas pria yang juga keluarga besar Polri tersebut Jusuf Rizal juga mengatakan melalui kasus ini, ada hal yang perlu anggota Polisi pahami yaitu tidak boleh mentang2.

Polisi adalah pengayom masyarakat. Sebagai aparat Brigader Ernaya juga harus memiliki kesabaran lebih. Kedua belah pihak masing-masing memiliki kontribusi dalam masalah tersebut. Karena itu bisa diselesaikan secara musyawarah agar tidak membuat citra dan wibawa Polri jelek dimata masyarakat. (dade)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*