taher 23/02/2016

NOVELPOSKOTA.CO – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Anton CH mengatakan bahwa bukti sudah lengkap baik secara formal atau material terkait kasus Novel Baswedan. Polri akan bersikap diam, karena hal tersebut sudah kewenangan kejaksaan.

“Formal administratif sudah. Material menyangkut lima alat bukti yang sah, itu sudah dinyatakan lengkap, itu sudah cukup. Tapi kami tidak bisa untuk melangkah, dan menilai institusi lain,” kata Irjen Pol Anton CH di Jakarta, Senin (22/2).

Di Mabes Polri ia juga mengatakan tetap menghormati semua institusi yang ada, karena semua mempunyai fungsi masing-masing.

“Apabila ada pakar-pakar hukum berpendapat itu tidak apa-apa, ada tindakan lain juga tidak apa, yang jelas secara tugas, Polri sudah selesai,” katanya.

Sikap Polri tersebut dikarenakan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu akhirnya mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) atas perkara penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terkait kasus tindak penganiayaan pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

“Diputuskan penanganan perkara Novel Baswedan dihentikan penuntutannya dengan alasan karena tidak cukup bukti. Dan demi hukum karena sudah kedaluwarsa kasus tersebut,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rachmad.

JAM Pidum menambahkan surat SKP2 itu ditandatangani langsung oleh Kejati Bengkulu dengan nomor putusan B-03/N.7.10/EP.I/02/2016.

Ditegaskan, dengan diterbitkannya SKP2 tersebut maka berarti penanganan terdakwa Novel Baswedan sudah selesai. Ia menjelaskan kedaluwarsa kasus tersebut, melihat dari terjadinya kasus itu pada 18 Februari 2004.

Kemudian sesuai Pasal 79 KUHP menyebutkan kalau ancaman terhadap seseorang tiga tahun penjara maka kedaluwarsanya 12 tahun. “Maka kedaluwarsanya pada 19 Februari 2016,” tukasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*