Djoko Waluyo 27/07/2015
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah AKBP Hendra Wirawan mengingatkan anggotanya tidak lalai meletakkan senjata api karena dikhawatirkan terjadi hal tidak diinginkan. “Seluruh anggota ditekankan agar menjaga senjatanya dengan baik. Jangan sampai lalai,” kata Hendra di Sampit, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Hendra terkait insiden seorang bocah secara tidak sengaja menembak ibunya menggunakan senjata api milik ayahnya yang seorang polisi ketika sang ayah sedang tidak berada di rumah.

Peristiwa itu terjadi di Desa Tamangapa, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin (20/7) sekitar pukul 20.00 Wita.

Brigadir Polisi H tidak sengaja meninggalkan senjata apinya di rumah, lalu diambil oleh anaknya FA (9) yang kemudian secara tidak sengaja tertembak ke tubuh Eva Yanti Jafar (32), sang ibu yang sedang hamil lima bulan itu kemudian meninggal setelah sempat dirawat selama tiga hari.

Kejadian memilukan ini menjadi perhatian jajaran kepolisian.

Meski dianggap sebagai musibah yang tidak dikehendaki siapapun, namun kejadian seperti ini tidak boleh terulang dan harus dihindari dengan meningkatkan kehati-hatian dalam menyimpan senjata api.

“Kalau saya melihat itu sebagai musibah. Kita harus lebih hati-hati dalam menyimpan senjata. Jangan langsung terisi peluru. Sesuai protap, kalau di rumah, (senjata api) harus dikosongkan (tanpa peluru),” tegas Hendra.

Kehati-hatian sangat penting bagi seluruh anggota polisi yang dipercaya memegang senjata api.

Penyimpanan senjata api harus dijauhkan dari anak-anak dan siapapun yang dikhawatirkan bisa menyalahgunakan senjata tersebut.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*