harmono 15/02/2019

POSKOTA.CO – Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta siap menerima aplikas e-parking Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) untuk diujicobakan pada beberapa areal parkir di Jakarta.

“Ajukan saja surat. Kami siap asalkan win-win solution,” pinta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Sigit Wijatmoko saat menerima audiensi Aspeparindo, Jumat (15/2/2019).

Dalam audiensi itu, dipresentasikan e-parkir Aspeparindo yang saat ini diterapkan di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur. Aplikasi ini, bukan hanya sekadar real timee-money dengan beberapa bank, juga menyiapkan booking parkir yang bisa di-downlod di playstore, www.parkiran.id.net.

“Aplikasi ini transparan, karena tinggal dikasih user dan password semua data bisa dilihat. Jadi tidak ada lagi rumor soal pajak,” jelas Irfan, anak muda yang sukses menakhodai PT Rafiq Parkir.

Sementara itu, Sekretaris Dishubtrans DKI Budi Setiawan mengakui, bicara soal parkir tak lepas dari transparansi atau kebocoran dan services. “Semoga aplikasi ini bisa mengeleminasi rumor kebocoran,” jelas Budi yang didampingi Bagian Lalu Lintas, Agung.

Sigit yang datang terlambat karena dipanggil oleh Gubernur Anies Baswedan, mengingatkan, Aspeparindo bukan hanya menangani perparkiran saja, tapi juga harus menjadi kreator lantaran ‘ekosistem’ yang terlibat di dalamnya cukup banyak.

“Jadi bisnis yang bisa di-create, sehingga semua bisa tumbuh bersama, tidak bisa eksklusif,” ujar Sigit pada segenap jajaran pengurus Aspeparindo yang dikomandoi oleh Irfan Yanuar SPi.

Dia juga mengingatkan, meski digitalisasi jadi tren, tetap manusia lebih diutamakan. Apalagi teknologi itu mengurangi tenaga manusia. “Jadi bagaimana kita bisa mengkreasikan bisnis karena yang terlibat di parkir banyak,” tambahnya.

Fasilitasator Kreator
Terlebih, Gubernur Anies selalu menekankan Pemda DKI harus menjadi fasilisator kreator kepada seluruh masyarakat yang ingin berkreasi.

Karena itu, Sigit menyambut baik Aspeparindo membuat sertifikasi kepada anggotanya, terutama di Jakarta yang mencapai ribuan. Jumlahnya makin bertambah bila dikaitkan seluruh Indonesia.

“Dengan memberikan sertifikasi, sama halnya menjadikan mereka profesional, punya job yang jelas,” ujar Sigit mengingatkan risiko juru parkir juga sangat besar, seperti mobil terjatuh, menabrak karena salah memberikan instruksi.

“Nah, dengan sertifikasi, risiko juga bisa diminimalisasi,” jelas Sigit sambil mengingatkan, setelah sertifikasi, ada proses lain yang harus dilanjutkan dari mulai penghargaan, penghasilan meningkat.

“Jangan sampai, setelah sertifikasi penghasilan tidak meningkat, malah menurun. Kan percuma sertifikasi,” timpal Budi Setiawan tertawa.

Di akhir audiensi, Aspeparindo memberikan cinderamata berupa gate parkir, dilanjutkan pemakaian jas seragam kepada Budi Setiawan, dan Sigit Wijatmoko sebagai ‘Bapak Angkat’ Aspeparindo. (*/oko)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*