Djoko Waluyo 29/09/2015
Suprapto Mahasiswa S2 Magister Bisnis Institut Pertanian Bogor
Suprapto
Mahasiswa S2 Magister Bisnis Institut Pertanian Bogor

POSKOTA.CO – Badai perekonomian dunia serta merta mengguncang pekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tidak terhempangkan saat ini berakibat pada iklim ekonomi Indonesia termasuk iklim investasi global.

Indonesia masih dalam peringkat rendah dalam iklim investasi global di beberapa indikator perbandingan global. Walaupun, Indonesia terus berupaya untuk memperbaiki iklim investasi global di Indonesia dengan mengambil langkah-langkah melalui paket-paket reformasi kebijakan yang sebelumnya menjadi masalah besar bagi investor-investor swasta, seperti pajak, cukai, kerangka investasi, dan sektor keuangan, dan telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 untuk memperbaiki iklim investasi tetapi masih banyak tantangan yang dihadapi oleh Indonesia terlebih akhir-akhir ini Indonesia mengalami cambukan yang hebat oleh pihak-pihak instansi yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini menjadi tamparan yang pelak bagi Indonesia untuk memperbaiki sistem-sistem yang ada. Oleh karena itu, korupsi kelembagaan adalah hambatan utama dibidang ini, juga masih banyak reformasi yang belum diterapkan secara efektif dan merata di lapangan.

Meningkatkan kualitas infrastruktur adalah aspek yang penting dalam upaya memperkuat daya saing Indonesia.
Seperti yang dapat dilihat di berbagai daerah yang kini dimulai mengalami kemacetan misalnya di Makassar. Kemacetan yang dialami tentu menandakan sebuah perkembangan dalam ekonomi dengan melihat semakin memperlihatkan sebuah peningkatan produktivitas ekonomi.

Namun, diharapkan adanya sebuah upaya untuk memperbaiki yang lebih baik lagi dalam hal penanganan kemacetan yang terjadi khususnya di Jakarta yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia.

Selain hal itu, peningkatan infrastruktur yang lebih baik dalam bidang sistem listrik yang selama ini masing mengalami kekurangan kapasitas yang tidak mampu memenuhi permintaan industri di Indonesia.

Lemahnya investasi di sektor-sektor lain seperti energi dan air. Masih ada masalah-masalah besar operasional dan keuangan yang harus diatasi dan prosedur-prosedur pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi.

Sehingga, para investor memiliki pertimbangan yang baik untuk menanamkam sahamnya di Indonesia. Dilihat dari berbagai masalah diatas sehingga peneliti dalam hal ini menarik untuk meneliti tentang persoalan investasi di Indonesia.

Secara konsep, investasi adalah kegiatan mengalokasikan atau menanamkan sumber daya saat ini (sekarang, present) dengan harapan mendapatkan manfaat (di kemudian hari, future).

Dengan demikian, pengembangan investasi secara nasional dapat diartikan dengan mengorbankan sumber kekayaan alam (yang sebagiannya adalah sumber kehidupan anakcucu kita di kemudian hari) saat ini, tentunya dengan meningkatkan kesejahteraan anak bangsa, termasuk generasi muda sampai anak-cucu kita selama negara ini masih ada.

Pemerintah sebagai penyelenggara negara mempunyai peran penting dan strategis dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan semua warganya.

Tulisan Pertama dari Makalah Suprapto
Mahasiswa S2 Magister Bisnis Institut Pertanian Bogor

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*