Djoko Waluyo 30/06/2015

POSKOTA.CO – Kepadatan lalu lintas jelang buka puasa telan korban jiwa. Ibu-anak, Titin Rokayah,21, dan Syifa Khoirunisa,1, yang menumpangi motor tewas setelah tergilas truk kontainer di Jalan Kapuk Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Sementara sang Ayah, M. Yasin,25, terluka parah,Senin (29/6).
Keluarga tersebut mengendarai motor Honda Beat hitam-oranye B 6306 GDC di ruas jalan itu, Yasin terdesak di badan kiri kontainer berwarna hijau. Truk bertonase berat itu membanting ke arah kiri, membuat motor yang dikendarai Yasin terguncang.
“Truk itu banting kiri, saya juga ikut banting kiri. Istri saya yang duluan terlempar itu langsung terlindas ban. Saya malah kebanting ke kiri, makanya saya selamat,” tuturnya.

Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan

Anak Kandung Diperkosa

LAMPUNG – Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (BKKB dan PP), Kabupaten Lampung Utara, Maya Manan, Minggu (28/06/2015), menyatakan langkah yang dilakukannya terkait adanya korban tindakan asusila di Sidomukti Kecamatan Abung Timur yang dilakukan oleh ayah kandung korban, pihaknya siap melakukan pedampingan.
“Untuk masalah kesehatan korban nanti kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya, Senin (29/6).
Selain itu, pihaknya juga punya Program Keluarga Sejahtera untuk membantu korban, dan juga membantu mereka dalam mengatasi trauma yang dialami.
Sebelumnya, seorang ayah dilaporkan ke polisi, karena telah menggauli anak kandungnya berinitial In berusia 16 tahun. Pelaku telah ditangkap personel Polres Lampung Utara, Jumat (26/6).
Saat ini, pelaku Sar,50, warga Desa Sidomukti, Abung Timur, Lampung Utara, telah mendekam di sel tahanan Mapolres Lampung Utara.
“Ketahuannya seminggu yang lalu, karena keponakan saya itu cerita dengan teman dan kakaknya. Setelah itu, IN diungsikan ke tempat saya di Jakarta,” kata Jiyo lagi.
Pelaku sering melakukan perbuatan amoral itu saat sang istri atau ibunya IN tidak di rumah karena pergi ke ladang. “Menurut pengakuan keponakan saya sudah lebih dari satu tahun, dan pergaulan itu dialaminya setiap satu minggu sekali,” ujarnya pula.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*