HINGGA MEI, NILAI TENDER PENANGANAN PERKARA DI KPPU CAPAI RP22,5 TRILIUN DAN 73,9 MILIAR DOLAR – Poskota.co

HINGGA MEI, NILAI TENDER PENANGANAN PERKARA DI KPPU CAPAI RP22,5 TRILIUN DAN 73,9 MILIAR DOLAR

Ketua KPPU M Syarkawi Rauf didampingi Direktur Penindakan KPPU Gopera Pangabean, memberi keterangan pers soal perkara usaha yang ditangani Komisi Pengawasan Persaingan Usaha ini, di Kantor KPPU Jl Ir H Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

POSKOTA.CO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) memiliki kewenangan untuk memberikan saran dan pertimbangan atas kebijakan pemerintah yang mengarah pada persaingan usaha tidak sehat. Melalui perkuatan di PP No 57/2010, KPPU memiliki kewenangan untuk menerima dan mengevaluasi merger yang dinotifikasi dan dikonsultasikan.

“KPPU memiliki kewenangan menyelidiki, memeriksa, dan memutuskan dugaan pelanggaran persaingan usaha tidak sehat oleh pelaku bisnis, hingga saat ini KPPU telah menerima laporan sebanyak 2.537 laporan dengan komposisi yang didominasi oleh laporan terkait pengadaan barang/jasa (tender) dengan porsi 73 persen,” kata Ketua KPPU M Syarkawi Rauf, ketika memberi keterangan pers, di Kantor KPPU Jl Ir H Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

Pada periode 2000-2016, KPPU telah menangani perkara sebanyak 348 dengan komposisi 245 perkara tender, 55 perkara nontender, dan delapan perkara keterlambatan notifikasi merger. Total nilai tender yang menjadi objek penanganan perkara di KPPU hingga Mei 2017 adalah sekitar Rp22,5 triliun dan 73,9 miliar dolar AS.

“Pada 2017 ini, KPPU menerima 24 perkara, dan telah diputus sebanyak tujuh perkara yakni, lima perkara tender dan dua perkara nontender, dengan total denda yang telah dijatuhkan sebesar Rp212 miliar,” ujar Syarkawi. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)