taher 10/09/2015
OC Kaligis -dok-
OC Kaligis -dok-

POSKOTA.CO – OC Kaligis SH, pengacara kondang yang kini jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minta tambahan waktu besok dan diberikan ijin keluarga dan kerabat besok pada Hari Sabtu. “Waduuh, baru kali ini ada tahanan KPK minta dibesok pada Hari Sabtu,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Suhermanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2015).

Mungkin saja pengacara yang punya belasan istri itu kurang waktu meski pihak KPK sudah memberikan layanan kunjungan dari Senin-Jumat. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang mengadili perkara suap hakim dan panitera PTUN Medan mengabulkan permohonan terdakwa OC Kaligis tentang penambahan waktu besuk di luar yang diatur KPK.

Sebelumnya, secara tertulis Kaligis mengajukan permohonan penambahan waktu besuk di luar hari dan jam di hari biasa bersama dua permohonan lain kepada majelis hakim.

Di awal persidangan, majelis hakim belum dapat memberikan keputusan permohonan tersebut. Namun di akhir persidangan hakim mengabulkan dua poin permohonan Kaligis terkait penambahan waktu besuk dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter di RSPAD.

Selain mengabulkan penambahan waktu besuk, hakim juga mengabulkan jumlah kerabat, keluarga dan rohaniawan yang sebelumnya hanya dikabulkan delapan orang saja menjadi seluruh pihak yang tertulis dalam surat kuasa Kaligis.

Jumlah dalam surat kuasa Kaligis menyebut ada 63 orang keluarga termasuk sepupu, keponakan, 94 orang kerabat dan sahabat, 100 orang penasehat hukum dan rohaniawan diizinkan membesuk Kaligis di tahanan di luar waktu yang telah ditentukan KPK.

Alasan kuat Hakim Ketua Sumpeno memberi tambahan waktu KUHAP tak mengatur secara rinci waktu besuk tahanan, termasuk jumlah pembesuk.

“Memberi izin Prof. OC Kaligis untuk dijenguk rohaniawan, keluarga, sahabat dan penasihat hukumnya seperti tersebut di atas selain hari-hari seperti biasa dilakukan, juga pada Sabtu selama dua jam dengan waktu yang diatur Rutan klas 1 Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” kata Hakim Ketua Sumpeno.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan terdakwa OC Kaligis tentang penambahan waktu besuk di luar yang diatur KPK. “Mengingat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1999 dan peraturan lain terkait perkara ini menetapkan mengabulkan permohonan dari pemohon perkara,” kata Sumpeno.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*