taher 15/08/2015
ilstrasi
ilstrasi

POSKOTA.CO – Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara meminta kepolisian dapat merehabilitasi pelajar Sekolah Dasar di Medan yang terlibat narkoba, sehingga generasi muda harapan bangsa itu dapat diselamatkan.

“Kita harus menolong pelajar Sekolah Dasar (SD) yang terjerumus penggunaan obat berbahaya bagi kesehatan manusia,” kata Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara (Sumut) H Hamdani Harahap, di Medan, Sabtu.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan menangkap 1.143 tersangka pengedar dan penyalahgunaan narkoba pada kurun waktu Januari hingga Juli 2015. Dari jumlah itu, 68 di antaranya pelajar SD, 200 pelajar SMP, 84 orang SMA, dan 26 orang perguruan tinggi atau mahasiswa.

Hamdani mengatakan, pelajar SD tersebut terjerumus narkoba akibat terpengaruh dari rekan-rekannya yang sudah lama sebagai pemakai obat terlarang itu.

Oleh karena itu, menurut dia, sewajarya pemerintah agar menyelamatkan para pelajar SD dari ketergantungan narkoba berupa ganja dan sabu-sabu. “Hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah maupun negara, dan gangguan kesehatan generasi muda tersebut harus dipulihkan seperti biasanya,” ujar Hamdani.

Dia menyebutkan, para orang tua maupun guru-guru di sekolah harus dapat mengantisipasi pelajar SD tersebut agar terbebas dari narkoba.

Korban narkoba yang cukup banyak itu, harus segera dieliminir atau dikurangi karena akan merugikan masyarakat dan juga dapat mengganggu keamanan suatu negara, katanya.

Bahkan, Kepolisian, BNN Provinsi dan institusi hukum lainnya memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah dan sekaligus memberantas peredaran narkoba tersebut.

Selain itu, aparat keamanan tersebut juga dapat memutus mata rantai perdagangan maupun pengedar barang haram tersebut masuk ke Indonesia. “Pencegahan dan pemberantasana peredaran narkoba itu, harus tetap gencar dilakukan, mengingat Sumut darurat narkoba,” kata pengacara di Sumut tersebut.

Data diperoleh dari Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat sebanyak 4,6 juta orang Indonesia terlibat penyalahgunaan Narkoba atau sekitar dua persen dari penduduk Indonesia.

Sebanyak 15.000 di antaranya setiap tahun meninggal dunia secara sia-sia akibat menggunakan Narkoba. Dan 5,8 persen korban yang meninggal dunia itu adalah mahasiswa. Biaya ekonomi dan sosial akibat pemakaian narkoba mencapai Rp36,7 triliun dan Rp11,3 triliun digunakan untuk pembelian Narkoba.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*