GARA-GARA KNALPOT, IRFAN DIBUNUH – Poskota.co
Saturday, September 23

GARA-GARA KNALPOT, IRFAN DIBUNUH

24GARISPOSKOTA.CO – Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat mengejar pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Irfan,21, warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur tewas, Minggu (3/4) dini hari.

“Peristiwa pengeroyokan itu berlangsung sekira pukul 03.00 WIB di Gang Rose RT08/RW01 Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji Astuti di Bekasi, Senin.

Menurut dia, peristiwa itu bermula saat korban Irfan sedang mengendarai sepeda motor melewati jalan tempat para pelaku nongkrong.

“Tiba-tiba pelaku merasa terusik dengan suara knalpot motor korban dan teriak ‘berisik’, lalu langsung melempar korban dengan batol minuman plastik,” katanya.

Tidak lama kemudian, pelaku bersama puluhan rekannya langsung mendatangi tempat kejadian yang menjadi lokasi kumpul korban dan rekannya.

“Para pelaku memukuli korban dengan tangan kosong dan benda tumpul hingga korban dan seorang temannya bernama Hilman,21, mengalami luka di bagian mulut, dada dan kepala,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.