harmono 21/07/2016

POSKOTA.CO – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut 50 persen warga ber-KTP DKI hidup dengan kondisi ekonomi golongan menengah ke bawah.
Gubernur DKI yang akrab dipanggil Ahok ini mengutarakan pernah mengadakan survei dengan hasil 17 persen warga ber-KTP Jakarta miskin. Perhitungannya dengan asumsi penghasilan Rp2,5 juta sebulan, maka yang jumlah penghasilannya di bawah itu dapat digolongkan warga miskin.

survei tersebut diadakan oleh BPS DKI dengan menggunakan dana hibah. Namun memakai metode berbeda dari yang distandarkan oleh BPS. Ahok mengatakan, surveinya itu adalah Kebutuhan Hidup Cukup (KHC) yang komponennya serupa dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Saya mau gunakan kebutuhan hidup layak seperti survei UMP. Berapa sih kebutuhan hidup lajang di Jakarta? Ketemulah angka Rp2,5 juta. Kan enggak enak pakai istilah KHL kayak UMP, makanya kami mengganti istilahnya dengan KHC, kebutuhan hidup cukup. Jadi komponennya persis dengan KHL. Waktu itu kita lakukan, orang miskin di Jakarta naik berapa persen? Tapi ini asli KTP Jakarta loh yang disurvei, bukan pendatang,” katanya di Balai Kota DKI, Kamis (21/7).

Hidup Pas-pasan
Namun menurut Ahok, asumsi perhitungan tersebut berlaku untuk lajang. Sedangkan jika memasukkan komponen warga yang berkeluarga dan memiliki anak tentunya angka kemiskinan bisa meningkat lagi.

“Nah itu kan lajang. Berarti kalau dia punya pasangan suami-istri tidak kerja berarti kalau kali dua orang Jakarta hidup pas ini berapa? 34 persen. Kalau dia punya anak, punya orang tua, anak kita anggap bagi setengah, ini kira-kira orang Jakarta yang hidup pas-pasan, hampir 50 persen,” kata Basuki.

Guna mengatasi angka kemiskinan itu, Ahok ingin memfasilitasinya dengan berbagai program. Program itu seperti menaikkan dana KJP, pemberian BPJS mandiri secara gratis dan menekan harga inflasi bahan pokok.
“Tahun lalu kami sangat berhasil, kalau boleh baca laporan BI, harga beras hampir tidak begitu naik dibandingkan lima tahun yang lalu. Tapi daging belum, baru uji coba, masih naik. Cabai? Masih. Gula? Masih relatif naik. Nah ini yang mesti mikir, ayam, telur sembilan bahan pokok ada minyak goreng,” ujar Ahok. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*