Djoko Waluyo 17/06/2015

terbitPOSKOTA.CO – Forum Wartawan dan Karyawan Harian Terbit (FWKHT) mendesak Bareskrim Mabes Polri mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait penerbitan surat kabar siang Harian Terbit.

Dugaan ini didasarkan atas besarnya uang yang digelontorkan tersangka korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) DKI Jakarta tahun anggaran 2014 Alex Usman guna pengelolaan Harian Terbit.

Desakan ini disampaikan Koordinator FWKHT Hasanuddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/6/2015). Hasanuddin memperkirakan, sejak melakukan take over Harian Terbit dari kelompok usaha media Pos Kota pada Januari 2014 silam, lebih dari Rp10 miliar sudah digelontorkan PT Astri Cahaya Gemilang (ACG), perusahaan milik keluarga Alex Usman.

“Untuk pembelian brand Harian Terbit saja Rp3,5 miliar, peluncuran (launching) di hotel bintang lima (Hotel Sultan) sekitar Rp2 miliar pada Februari 2014, penerbitan Terbit Sport selama sekitar lima bulan, belum untuk operasional pengelolaan Harian Terbit selama satu setengah tahun terakhir. Subsidi rata-rata tiap bulan mencapai Rp700 juta. Ya kalau ditotal lebih dari Rp10 miliar,” beber Hasanuddin.

Uang sebanyak itu, sambung Hasanuddin, tentu tidak akan pernah bisa didapat jika hanya mengandalkan gaji Alex Usman yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasie) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sudin Dikmen Jakarta Barat. Karena itu, dana penerbitan surat kabar siang Harian Terbit diduga berasal dari tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebagaimana diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, telah menetapkan mantan Kepala Seksi Sarpras Sudin Dikmen Jakbar, Alex Usman sebagai tersangka korupsi pengadaan UPS DKI Jakarta tahun anggaran 2014. Alex dijerat pasal berlapis Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Sejak 1 Mei 2015, Alex menjalani penahanan di Bareskrim Polri.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*