Djoko Waluyo 29/10/2015

DIGITAL MEDIAPOSKOTA.CO – Kumpul-kumpul para pimpinan Media Digital di Toni Soeltan Kafe, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/10) siang, mengajak semua anggotanya untuk tidak menyebarkan berita yang bersifat fitnah dan tak mendidik.

Dari pertemuan itu, terlontar wacana untuk forum ini bisa bekerjasama atau bagian dari kompetensi media Dewan Pers, khususnya media digital. “Dengan catatan Forum Media Digital ini punya landasan hukum dan norma-norma yang kita sepakati,” ujar Wina Armada,mantan Sekjen Dewan pers.

Media digitalnya, harus punya badan hukum dulu dan sederet syarat dari Dewan Pers. Kalau tidak, bila media digital bisa saja bermasalah dan dikenakan UU ITE, dengan pasal-pasal yang menyeramkan. “Saya siap menjadi penasehat hukum jika ada dari anggota Forum Pimpinan Media Digital, mengalami masalah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu dibacakan hasil kongkow bareng oleh Wina Armada SH:

1. Kemerdekaan menyatakan pendapat dan menyebarkan informasi dilindungi baik oleh konstitusi Indonesia, yakni UUD 1945 maupun deklarasi hak-hak azasi manusia sedunia.

2. Bahwa persatuan bukanlah berarti hanya ada satu pendapat atau nada tunggal dengan demikian keragaman pikiran, pendapat dan informasi harus dijunjung tinggi dan dilindungi.

3. Bahwa sejarah telah membuktikan kemerdekaan menyatakan pendapat dan menyebarkan informasi tidak terpisahkan dari perkembangan teknologi komunikasi.

4. Bahwa menyatakan pendapat dan menyebarkan informasi melalui teknologi komunikasi akan memberikan pengaruh yang luas terhadap demokrasi kebudayaan, nilai-nilai masyarakat, reputasi pribadi dan berbangsa serta bernegara, oleh karenanya harus dilakukan dengan tertib, beretika, dan sesuai dengan hukum.

Dengan ini kami berbuat dan atau mengeluarkan deklarasi sebagai berikut :

1. Kami memperjuangkan agar kemerdekaan menyatakan pendapat dan menyebarluaskan informasi melalui teknologi komunikasi selalu dilindungi dan bebas dari pengekangan yang bertentangan dengan jaminan konstitusi Indonesia dan perlindungan hak-hak azasi manusia.

2. Kami menyatakan mempergunakan kemajuan teknologi komunikasi dengan tidak menyebarkan berita bohong, fitnah, pornografi, sadisme, dan etika yang universal.

3. Kami membantu menyebarluaskan pemahaman pemakaian teknologi komunikasi yang baik, benar, tidak melawan hukum dan etika.

Untuk itu dengan ini kami membentuk Forum Pimpinan Media Digital

Jakarta, 28 Oktober 2015

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*