Djoko Waluyo 17/09/2015

nasdemPOSKOTA.CO – Kegaduhan di Partai Politik Nasdem Provinsi Banten terus bergulir. Kali ini Forum Kader partai menyuarakan pentingan agenda musayawarah wilayah (Muswil) di tubuh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Poliitik Nasdem Provinsi Banten.
“Kami berharap segera bisa dilaksanakan musyawarah wilayah di tingkat DPW, karena kepemimpinan yang ada sekarang kami menganggap sudah banyak melakukan penyimpangan aturan dan etika organisasi,” ujar Rahmat Basaik, Sekretaris Forum Kader Partai Nasdem Provinsi Banten.
“Partai Nasdem Banten perlu dipimpin oleh seseorang yang mengerti tentang perpolitikan dan kultur Banten, selain memiliki kapasitas kemampuan intelektual. Kalau pergerakan partai hanya mengandalkan uang, tanpa mengindahkan nilai-nilai perjuangan apa jadinya, maka lambat laun partai akan hancur,” katanya.
Oleh karena itu, menurut Rahmat, untuk menyelamatkan partai ke depan, maka perlu ada langkah-langkah kongkrit organisasi. Yakni mempercepat pemilihan ketua DPW yang baru sesuai AD ART. “Masa partai sudah berdiri sekian tahun belum pernah ada Muswil,” tegasnya lagi sembari menjelaskan bawa pihaknya sedang mengumpulkan tandatangan kepada semua tokoh pendiri dan pengurus partai dan mengajukan surat permohonan dan ijin penyelenggaraan Muswil ke DPP. “Dalam waktu dekat surat itu akan kami sampaikan ke DPP,” ujarnya.
Di kalangan para kader nasdem kini sudah beredar sejumlah nama yang digadang- gadang layak untuk memimpin Partai Nasdem Banten ke depan. Diantaranya, H. Kurdi Matin (Mantan Sekda Provinsi Banten), H. Beny ( Ketua DPD Pandeglang), Wawan Iriawan SH (Ketua DPW sekarang), Ayip Muflich (mantan Sekda Provinsi Banten), Ali Nurdin ( Anggota legislative Provinsi Banten dan Ibnu Prakoso (Mantan Calon Walikota Tangerang Selatan), Uten Sutendy ( mantan Sekjend), dan Eten Hilman ( mantan Ketua KNPI Provinsi Banten).
Sementara itu, menanggapi kegaduhan yang terjadi, Uten Sutendy, yang sudah mengundurkan diri sebagai Sekjend Partai Nasdem Provinsi Banten beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pihaknya tidak mengikuti perkembangan, hanya mendengar selintingan dari telpon dan sms. “ Saya belum baca beritanya kaya apa,” kata Uten saat dihubungi lewat telpon.
Namun, dia mengatakan, kalau ada kritik itu sangat wajar. “Berarti ada sesuatu masalah serius yang harus diperbaiki. Anggap saja kritik itu sebagai pil atau vitamin agar kita tak lupa diri atau sombong. Justru itu harus disikapi dengan sikap positip, agar kita bisa kembali bekerja lebih keras dan energik menjalankan tugas partai. Ya anggap saja ajang belajar dan latihan berjiwa besar,” katanya yang mengaku saat ini sedang sibuk menyiapkan launching buku barunya, “Baduy, sebuah Novel,”.
“Kalau saya menjadi Saudara Wawan Iriawan ( Ketua DPW), saya akan merasa senang, berarti ada yang memperhatikan. Semua harus disikapi dengan cerdas dan wise, banyak mendengar, membuka dialog seluas-luasnya dengan semua steakholder partai. Jangan disikapi secara politik atau pendekatan kekuasaan. Kalau itu yang dilakukan malah akan berbalik bisa jadi bahaya,. Ingat, teman-teman Banten membangun partai ini dengan keringat, air mata, dan cita-cita besar ” kata Uten Sutendy.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*