Djoko Waluyo 20/09/2014

hakimaPOSKOTA.CO – Tujuh belas tahun silam, tepatnya di tahun 1996, Revon Fermani adalah siswa Sekolah Dasar. Masih ingat betul dalam benaknya, setiap tiga hari sekali sang bunda tercintanya, Enny, selalu mengantarnya ke sekolah sambil membawa empat loyang kue ‘Bolu Caramel’ yang dititip di pasar tradisional di kawasan Depok.

Berkat ketekunan dan kesabaran bu Enny, pesanan pun terus meningkat. Jika pada awal penjualan harus menunggu laku tiga hari, kini setiap hari dia sudah harus mensuplai ‘Bolu Caramel’-nya. Apalagi di hari Sabtu atau Minggu, bisa habis 10 loyang.

Enny adalah seorang Ibu rumah tangga nan sederhana bersuamikan pegawai negeri sipil. Dan Revon masih terus terngiang ucapan sang ibu kepada dirinya untuk selalu hidup prihatin dan sederhana.

Sarjana Ekonomi jebolan Universitas Pakuan Bogor, ini pun menyadari betul ucapan ibunya. Selang tiga tahun, berkat keuletan, ketekunan dan kerja keras Enny, berbuah manis. Dia mampu menyewa kios di jalan Nusantara Raya, Depok, dan bisa memproduksi lebih banyak variasi kue-kue lain seperti ‘Bolu Pisang’, ‘Bolu Tapai’, ‘Bolu Pandan’, ‘Blackforest’, ‘Kue Tart’ dan aneka snack jajanan pasar macam ‘Lemper’, ‘Risol’, ‘Pastel’, ‘Pie’, ‘Sus’ dan lain-lainnya.

Menurut Revon yang kini dipercaya memimpin toko kue yang dinamai ‘Enny Bakery & Cake’ (mengambil dari nama sang ibu), di jalan Tole Iskandar, Depok, kue-kue buatan ibundanya tetap terus diproduksi untuk kalangan pasar menengah ke bawah.

Harga yang ditawarkannya pun relatif terjangkau, mulai dari Rp 1500-an/potong. Untuk ‘Bolu’ mulai dari Rp 40.000-an, ‘Blackforest’ dan ‘Tart’ dari Rp 40.000 sampai 300.000, tergantung ukurannya.

Kini, sambung Revon, khusus di toko itu saja, setiap harinya selalu menghabiskan 3000 kue jajan pasar, 20 loyang ‘Bolu’ dan 20 kue ‘Tart’/’Blackforest’. “Bila ada kue yang tersisa dan mendekati expired, ibu saya selalu berpesan agar kue-kue tersebut dibagikan ke orang-orang sekitar saja,” ujar lelaki yang kini telah mampu mempekerjakan 30 pegawai, termasuk bagian produksi.

Setiap usaha pasti ada saingan, tantangan dan risiko yang harus dihadapi dan diambil. Bagi Revon, soal rasa dan harga adalah harga mati agar usahanya tetap hidup bahkan terus tumbuh. “Kami tetap berusaha konsen menjaga kualitas rasa dan harga, agar terjangkau kalangan menengah bawah juga,” ujar Revon yang asli Minang, Sumatera Barat.

Nah, jika Anda mencari kue dari semua jenis dan tipe kue apa saja dengan rasa enak dan berharga murah, Anda bisa berwisata kuliner di toko kue ‘Enny Bakery & Cake’. (Hakim)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*