ENAM OKNUM TNI RIAU POSITIF NARKOBA – Poskota.co

ENAM OKNUM TNI RIAU POSITIF NARKOBA

28narkobaPOSKOTA.CO – Sebanyak enam oknum TNI AD di bawah Komando Resor Militer 031 Wira Bima dipastikan positif menyalahgunakan narkoba setelah terjaring razia yang dilakukan secara masif pada akhir pekan lalu.

“Tes urin itu sengaja dilakukan secara mendadak setelah libur panjang pada hari Minggu lalu (27/3). Mereka yang positif kita tindak tegas sesuai aturan,” kata Komandan Resor Militer 031/WB Brigjen TNI Nurendi kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan keenam oknum yang positif mengkonsumsi narkoba itu berasal dari Batalyon Infantri 132 Bima Sakti, Batalyon Kaveleri Serbu di Pasir Putih, Kodim Kampar dan Kodim Pekanbaru.

Danrem menjelaskan pada tes urin yang dilakukan itu awalnya terdapat tujuh oknum yang diduga mengkonsumsi narkoba. Namun, setelah dilakukan asesmen di BNN Provinsi Riau, hanya enam oknum yang kedapatan positif narkoba.

Seluruh oknum positif menyalahgunakan narkoba itu mayoritas masih lajang. Hanya satu diantaranya yang telah berkeluarga. Alhasil, keluarga oknum TNI yang bersangkutan harus diusir dari markas.

Kasi Intel Korem 031/WB Letkol Inf Eko Priyanto mengatakan bahwa kebijakan mengusir keluargan oknum tersebut merupakan perintah Panglima TNI yang tidak memberikan ruang bagi prajurit yang terlibat narkoba.

Dijelaskan Eko, proses hukum kepada seluruh oknum tersebut akan dilakukan secara transparan dan tidak tertutup kemungkinan mereka terancam dipecat.

Sebelumnya seorang oknum TNI yang bertugas di Kodim Tembilahan diamankan oleh intelijen Korem 031/WB karena kedapatan menguasai setengah kilogram sabu-sabu.

Berawal dari penangkapan itu, Pangdam Bukit Barisan Mayjen Lodewyk Pusung memerintahkan jajarannya untuk melakukan bersih-bersih dilingkungan TNI dari bahaya narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.