EKSEKUSI 10 TERPIDANA MATI DITUNDA KARENA MASIH ADA YANG HARUS DIKAJI – Poskota.co

EKSEKUSI 10 TERPIDANA MATI DITUNDA KARENA MASIH ADA YANG HARUS DIKAJI

POSKOTA.CO – Kejaksaan Agung memutuskan untuk menangguhkan eksekusi pada 10 terpidana mati jilid III di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pihaknya memang pernah menyatakan bahwa jumlah terpidana mati sebanyak 14 orang. Namun, dalam pelaksanaannya baru empat orang yang dieksekusi pada Jumat (29/7) dinihari.

“Secara khusus saya sampaikan, Kejagung memang pernah menyampaikan bahwa kemungkinan yang akan dieksekusi 14 terpidana mati. Saya nyatakan kemungkinan, karena kami belajar dari jilid II, menjelang eksekusi ada yang ditangguhkan seperti Mary Jane, saat terakhir dari negaranya untuk ditangguhkan,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (29/7).

Sebagaimana diketahui, penangguhan eksekusi Mary Jane guna menjadi saksi atas kasus ‘human trafficking’ di Filipina. “Dan ternyata itu semua benar, karena tadi pagi menjelang dan setelah Jaksa Agung Muda Pidana Umum Dr Noor Rochmad SH, MH melaporkan, dilakukan pembahasan dengan unsur terkait daerah, empat orang yang memang perlu dieksekusi dinihari tadi. Sementara, 10 lainnya kita tentukan kemudian,” terang Jaksa Agung.

Penangguhan tersebut, sambung Prasetyo, tentunya setelah dilakukan pengkajian secara komprehensif. “Agar kemungkinan kesalahan yuridis atau nonyuridis tidak terjadi. Dengan demikian, saya selaku Jaksa Agung menerima apa yang diputuskan tim lapangan. Dengan demikian, saya ambil sepenuhnya tanggung jawab,” tegas Prasetyo.

Atas segala apa yang telah terjadi, Prasetyo juga turut berbelasungkawa pada keluarga korban terpidana yang telah dieksekusi mati. “Jaksa hanya bertugas melaksanakan keputusan pengadilan yang memiliki keputusan hukum tetap dan dilaksankan sebaik-baiknya,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)