Djoko Waluyo 17/06/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menuntut hukuman mati terhadap dua orang terdakwa pembunuh empat orang (satu keluarga).

“Dalam persidangan kami menuntut kepada dua terdakwa pembunuh satu keluarga itu hukuman mati,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Stabat Ahmad E P Hasibuan, di Stabat, Selasa.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Stabat Ahmad E P Hasibuan menjelaskan bahwa JPU yang menuntut hukuman mati itu Lamro Simbolon, katanya.

Tuntutan kepada kedua terdakwa itu, karena perbuatan mereka sangat sadis dalam melakukan kejahatannya dan tega menghilangkan nyawa empat orang sekaligus.

Usai pembacaan tuntutan ketua majelis hakim Sodri mempersilakan terdakwa untuk membuat pembelaan dan tanggapan atas tuntutan jaksa penuntut umum itu. Sidang kemudian akan dilanjutkan 18 Juni mendatang.

Seperti diketahui bahwa kasus pembunuhan ini terjadi di bulan Oktober 2013 lalu, dengan dua orang tersangka yaitu Alamsyah dan Rendi, keduanya warga kecamatan Salapian. Disebutkan juga adanya tersangka lain yang masih dalam proses di kesatuannya.

Pembunuhan ini berawal dari kasus hutang piutang antara korban Misman dan terdakwa Alamsyah sebesar Rp40 juta yang tak kunjung dibayar.

Karena kecewa terdakwa Alamsyah bersama rekannya mengajak korban Misman bersama istrinya Suliati, anak mereka Dedek Febrianto, dan Tri Aulia, dibunuh di kawasan Kecamatan Batang Serangan dan Padang Tualang.

Ke empatnya dibunuh dengan cara meminumkan racun dan dibacok oleh para terdakwa. Persidangan terdakwa ini juga nmendapat pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian resor kabupaten Langkat, dengan mempergunakan senjata karas panjang, untuk mengantisipasi dan menjaga suasana sidang.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*