Djoko Waluyo 09/09/2015

nasdemPOSKOTA.CO – Menjelang Pilkada serentak di wilayah Provinsi Banten, Partai Nasdem yang mengusung pasangan calon walikota dan bupati dari kubu status quo, mengalami kegaduhan dan kericuhan di dalam tubuh organisasi partai.

Para pendiri, kader, dan mantan para ketua DPD yang tergabung dalam Forum Pendiri Partai Nasdem dan Forum Kader wilayah Banten, beberapa waktu lalu mengajukan surat penyataan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dalam suratnya menyoroti kinerja DPW Partai Nasdem dibawah pimpinan Wawan Iriawan SH dan sekretaris H. Aries Halawani yang dianggapnya sudah keluar dari jalur semangat partai yang diawal berdirinya sangat kencang mendengungkan semangat restorasi dan perubahan ini.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh para pendiri dan tokoh partai, diantaranya Dedy Syafeij (Ketua Bapilu), H. Sanwani ( Ketua DPD Kab. Serang), Hertin ( Bendahara), Hj Teti ( mantan ketua DPD Kota Serang), Uten Sutendy ( mantan Sekjen DPW), Encep Indra ( mantan ketua DPD Kab Tangerang), H. Adang ( Mantan Ketua DPD Kota Tangerang), Khairul Umam (Ketua Forum Kader), dll.

Surya Paloh, pimpinan partai kabarnya menanggapi serius laporan kisruh interen partai yang dipimpinnnya. “Hingga saat ini kepengurusan DPW belum jelas. Yang aktif Cuma bendahara dan seketraris,” kata Khairul Umam, salah atu kader partai dari Kabupaten Serang. “Saya tidak tahu yang ramai di kantor DPW dan Korwil itu sebenarnya siapa mereka. Setahu sayasebagian besar bukan pengurus DPW,” kata Umam lewat telpon.

Hal senada juga disampaikan oleh Ediyansah, mantan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Tangerang Selatan. Dia melihat selama ini DPW tidak pernah melakukan kegiatan yang bisa membesarkan partai, kecuali kegiatan hura- hura di Kantor Korwil,” katanya tegas lewat jaringan seluler.

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh Encep Indra, yang juga mengalami perlakuan yang sama dengan Ediyansah. Mantan Ketua DPD Kabupaten Tangerang ini menilai DPW dibawah kepemimpinan Wawan Iriawan dan Saudara Aries tidak bisa mengakomodir para senior dan mereka yang selama ini telah berjasa. Terkesan arogan, main pecat dan ganti tanpa ada dialog.

“Menurt saya hal ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana pun kami punya andil atas keberadaa partai hingga bisa eksis sampai sekarang. Kami lah yang merintis dari belum apa- apa menjadi seperti sekarang. Tentu kami tak bisa tinggal diam melihat partai yang kami besarkan menjadi seperti itu. Kami akan melakukan langkah-langkah hukum,” kata Encep.
Bahkan H. Adang, mantan Ketua DPD Kota Tangerang, yang juga merasa dirugikan dengan pergantian dirinya, menghendaki agar kepemimpinan Wawan Iriawan ditinjau ulang. Kalau perlu kita PTUN kan. Masa pengurus main pecat saja. Masih banyak kader yang lebih baik di Banten,” tegasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*