DPD GOLKAR KOTA DEPOK SELENGGARAKAN SANTUNAN ANAK YATIM – Poskota.co

DPD GOLKAR KOTA DEPOK SELENGGARAKAN SANTUNAN ANAK YATIM

Panitia pelaksana santunan anak yatim usai rapat di Kantor DPD Partai Kota Depok, baru-baru ini. Acara santunan anak yatim se-Kota Depok ini rencananya akan digelar pada 16 Juni 2017.

POSKOTA.CO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Depok berencana santuni lima ribu anak yatim se-Kota Depok pada 16 Juni mendatang. Acara yang digelar di salah satu hotel di Jalan Margonda Raya, Depok itu merupakan rangkaian kegiatan di bulan Ramadan 1438 Hijriah. Pihak DPD Partai Golkar Depok dengan tegas menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas politik.

“Santunan anak yatim saja, tidak ada embel-embel apa-apa, meskipun nanti insya Allah banyak tokoh yang hadir,” jelas Sekjen DPD Partai Golkar Kota Depok Dindin Saprudin kepada wartawan, baru-baru ini, di kantor DPD Partai Golkar Kota Depok.

Dindin menambahkan, sejumlah tokoh yang dipastikan hadir dalam santunan tersebut, di antaranya Ketum Partai Golkar Setya Novanto dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Kendati demikian, tak ada unsur politis dalam acara bertema ‘Indahnya AMPG Berbagi’ itu. “Acara ini digelar oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), dan sekali lagi tidak ada unsur politis di dalamnya,” tegas Dindin.

Teknisnya, menurut Dindin, nantinya pengurus kecamatan dan kelurahan akan membawa anak yatim yang ada di wilayahnya masing-masing. “Tujuannya adalah menyebarkan rasa kasih sayang di bulan Ramadan, khususnya untuk anak yatim,” tambah Dindin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara Zhul Fikri mengatakan, selain santunan anak yatim, rangkaian acara di bulan Ramadan, seperti Tarawih keliling dan pembagian takjil, juga akan digelar. Rangkaian acara tersebut dilakukan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi A Rafiq di 11 kecamatan. Juga pembagian 100 takjil setiap hari mulai 9 Juni selama 15 hari di depan Kantor DPD Partai Golkar Kota Depok. “Harapan kami tentu acara ini akan menjadi berkah di bulan Ramadan,” ujar Zhul Fikri. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.