taher 02/05/2016
Cak Maksum
Cak Maksum

POSKOTA.CO – Direktur Eksekutif Lembaga Clean Governance (LCG), Maksum Zuber menegaskan, pernyataan Presiden Joko Widodo, sangat ditunggu oleh negara Asean. “Pernyataan Presiden Jokowi merupakan kebijakan strategis bidang keamanan di Asia Tenggara, sehingga negara tetangga diharapkan perannya dan bisa bermanfaat,” tandas Maksum, Senin (02/5).

Dua hal yang sangat krusial, yaitu Asean connectivity dan Asean centrality.
Asean connectivity terkait dengan 4 hal:

o. Keamanan dan keselamatan maritim
o. Kriminalitas lintas negara; perdagangan manusia, senjata, narkoba, pencucian uang, terorisme, dll.
o. Perselisihan dan konflik antar negara atau lonflik regional.
o. Dampak ekonomi global bagi ekonomi nasional dan kebudayaan lokal.

Keempat point diatas perlu ada kesepahaman negara-2 Asean. Semoga bisa diwujudkan pada tgl 5 mei 2016 mendatang. Peristiwa Abu Sayyaf ini perlu dijadikan bahan evaluasi di negara kawasan Asean menyikapi penanganan terorisme.

Contoh soal, tambah Maksum yang kini masih terus menimba ilmu di Sekolah Kamnas Universitas Bhayangkara Raya (UBHARA), penanganan masalah 10 pelaut WNI yang diculik Abu Sayyaf, Indonesia tidak bisa berbuat banyak karena antara Indonesia dengan Philipine tidak ada perjanjian kerjasama yg terkait penyanderaan tsb.

Adapun terkait dg Asean centrality adalah posisi Indonesia yg terletak di dua samudra (indopori) menjadi posisi strategis pusat asean.


Selengkapnya Pernyataan Presiden:

1. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah S.W.T, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak tanggal 26 Maret 2016 yang lalu, saat ini telah dapat dibebaskan.

2. Posisi detik ini akan diberangkatkan dari Zamboanga menuju ke Jakarta dan diperkirakan tengah malam akan sampai di Jakarta.

3. 10 WNI dalam keadaan baik dan kondisi akan segera dipulangkan ke Indonesia dan perlu saya sampaikan banyak sekali pihak yang telah bekerjasama dalam pembebasan 10 WNI ini.

4. Oleh karena itu saya ingin menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun yang informal.

5. Ucapan terimakasih terutama juga saya tujukan pemerintah Filipana tanpa kerjasama yang baik, upaya pembebasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik.

6. Dan saat ini, kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya.

7. Di samping upaya pembebasan sandera, satu isu lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

8. Oleh karena itu akan diadakan pertemuan pada 5 Mei ini antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, yang bertemu adalah Menteri Luar Negeri dan Panglima dari Malaysia, Filipina dan Indonesia.

” Terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun informal. Ucapan terima kasih terutama kepada Pemerintah Filipina. Tanpa kerjasama yang baik, upaya pelepasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik. Saat ini, kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya.” Kata Jokowi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :