taher 13/08/2016

POSKOTA.CO – Wakil Bupati Kediri HM Masykuri bersama Dandim Kediri Letkol Inf Purnomosidi, serta KTK (Komunitas Trail Kediri) melihat secara langsung “redoing” (perbaikan ulang) wisata Gunung Kelud, pasca erupsi di tahun 2014 yang meluluhlantakan tempat-tempat wisata di sekitar kawah gunung yang konon menurut legenda adalah tempat dikuburkannya Mahesa Suro dan Lembu Suro.

Dandim bersama komunitas trail
Dandim bersama komunitas trail

Selain pemandangan yang eksotis memang harus diakui Gunung Kelud memiliki sisi lain yang menarik perhatian tidak hanya wisatawan, tetapi juga menarik minat para pelaku spiritual, karena latarbelakangnya yang berdampingan antara mitos dan fakta geologi, Jumat (12/8).

Menurut Letkol Inf Purnomosidi, untuk menuju ke puncak Gunung Kelud ,harus menempuh jarak sekitar 12 km dari lereng yang ada di Makoramil 20/Ngancar, itupun harus menggunakan kendaraan bermotor jenis trail, kalaupun menggunakan mobil harus menggunakan jenis off road, karena harus melewati tanjakan yang tajam dan jalan yang tidak beraspal.
Dari keterangan salah satu staf BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, Sri Handini, salah satu fenomena unik dari Gunung Kelud adalah aliran lahar dinginnya yang selalu membawa musibah, ini dikarenakan volume pasir yang ada dipuncak sangat besar dan incaran sungai yang menjadi langganan dialiri lahar dingin adalah sungai konto (anak sungai brantas).

Wakil pimpinan proyek wisata Gunung Kelud, Ir.Siswantoro membenarkan ,dalam waktu dekat wisata Gunung Kelud yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang tersebut ,akan bisa dimasuki para wisatawan seperti yang terjadi sebelum erupsi di tahun 2014.

Letkol Inf Purnomosidi dan H.M.Masykuri ,juga mendapatkan penjelasan secara langsung dari Sri Handani, mengenai kondisi terkini volume pasir hasil erupsi ditahun 2014 yang sudah tidak lagi menebar ancaman maut, karena sudah banyak yang berkurang ,akibat gerusan air hujan dari waktu ke waktu, sedangkan kemungkinan dampak pada masyarakat sekitar yang ditimbulkan akibat curah hujan tinggi, juga tidak lagi seganas sebelumnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*