taher 28/05/2014
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Seorang perempuan berkelainan seks alias lesbian Yus,22, warga
Kabupaten Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, tega membunuh pasangan lesbi yang masih duduk di bangku SMP dengan sebilah pisau karena cintanya di tolak, Selasa (27/5/2014).

Korban yang masih kencur, dibunuh dengan cara ditikam, setelah berulang kali menyatakan cintanya, tetap ditolak. Di hadapan polisi, Yus, mengaku segala perbuatannya.

Kisah asmara sesama jenis ini tak hanya terjadi di Indonesia. Di Singapura, karena cemburu, seorang wanita lesbi di Singapura nekat menghabisi nyawa seorang pria yang diduga sebagai pacar baru dari kekasih lesbinya. Wanita berumur 29 tahun ini menikam pria tersebut berulang kali hingga tewas.

Dalam persidangan, wanita bernama Teo Ming Min mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan yang dijeratkan kepadanya. Perbuatan keji Teo ini dilakukan pada 1 Januari 2012 lalu di sebuah apartemen di wilayah Bedok, Singapura. Demikian seperti dilansir oleh Asia One.

Saat itu, Teo mendatangi apartemen Lin Pei Ying, wanita berumur 27 tahun yang menjadi kekasih lesbinya. Namun di apartemen itu, Teo mendapati si pria yang bernama Kelly Ong Bi Hao (27) juga berada di sana. Usai melihat Ong keluar dari kamar Lin, Teo pun menanyai kekasihnya soal pria tersebut.

Lin berusaha menjelaskan baik-baik dengan mengatakan bahwa Ong hanya datang untuk sarapan bersama. Namun pasangan wanita lesbian yang telah menjalin hubungan selama 3 tahun ini malah terlibat perdebatan sengit.

Teo tak bisa menahan emosi dan kemudian menikam Ong yang baru saja keluar dari toilet. Wanita yang berprofesi sebagai desainer grafis ini menikam Ong sebanyak 2 kali di bagian dada dan sekali di bagian punggung.

Terungkap dalam persidangan bahwa perilaku agresif Teo dipicu oleh kondisi kesehatan mentalnya. Menurut seorang dokter dari Institut Kesehatan Mental, Teo menderita depresi dan kekhawatiran berlebihan hingga berujung pada penikaman tersebut. Saat ini, Teo tengah menjalani perawatan medis dan juga konseling untuk memulihkan kondisinya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*