CALHAJ TERMUDA ASAL BOGOR PALSUKAN IDENTITAS, PPIH MENGAKU KECOLONGAN – Poskota.co
Saturday, September 23

CALHAJ TERMUDA ASAL BOGOR PALSUKAN IDENTITAS, PPIH MENGAKU KECOLONGAN

POSKOTA.CO – Seorang jemaah calon haji berusia 16 tahun yang masih berstatus siswa kelas I Madrasah Aliyah, Alpiyah Muhammad Kononudin, berhasil berangkat menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci dari Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (10/8) lalu.

Keberangkatan jemaah calon haji (calhaj) termuda asal Bogor ini melanggar peraturan Kementerian Agama, yakni batas usia yang diperbolehkan berangkat haji minimal 18 tahun, kecuali bagi yang sudah menikah.

“Mustahil ya kalau ada jemaah calon haji masih di usia enam belas tahun. Kita ketat minimal 18 tahun baru bisa berangkat,” kata Kepala Bidang Haji Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Ajam Mustajam, Kamis (11/8).

Meski sudah berangkat, Ajam mengatakan, pihaknya mengaku kecolongan dengan adanya peristiwa tersebut. Alpiyah diduga berangkat haji dengan cara memalsukan identitas data diri.

Berdasarkan data diri calon jemaah haji, Alfiyah lahir pada 14 Maret 1993 atau berusia 23 tahun pada 2016. Kenyataannya, Alpiyah baru berusia 16 tahun lantaran lahir pada 1 Januari 2000.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi mengaku kecolongan atas keberangkatan jemaah calon haji yang masih di bawah umur tersebut. Ajam menyatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan setelah yang bersangkutan pulang dari Tanah Suci.

Pihaknya mengapresiasi ada anak muda yang sudah menunaikan ibadah haji. Namun ia juga menekankan agar jemaah tetap mengikuti aturan. “Kalau dulu memang tidak ada batasan, kita akan cari tahu karena orangnya sudah terbang,” jelas Ajam.

Sebelumnya, putri bungsu dari sembilan bersaudara ini berasal dari Leuwimalang, Kabupaten Bogor, mengaku keberangkatannya ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji hanya mengikuti keinginan orang tua. “Keberangkatan haji ini keinginanku dan orang tuaku, kata orang tua harus pergi ya aku ikutin aja. Ini berangkat sama ibu, kakak dan ayah,” kata Alpiyah.

Alpiyah dan kedua orang tuanya tergabung dalam kloter 2 rombongan 7 asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi pada Rabu (10/8) sekitar pukul 10.45 WIB kemarin. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.