harmono 22/03/2016

12sedayu1POSKOTA.CO – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat, didesak untuk melakukan mediasi sengketa tanah antara pelapor dan pihak Agung Sedayu Group (ASG), meski pernah gagal melakukan pengukuran tanah sengketa didalam Perumahan Golf Lake Residence (GLR).

Supardi Kendi Budiardjo dan istrinya Nurlela pemilik tanah seluas hampir 10.259 m2 (sekitar 1 hektar lebih), yang di ‘caplok’ GLR dibawah kekuasaan ASG, mengungkapkan, hingga kini pihak BPN belum melakukan langkah penyelesaiaan sengketa tanah yng terjdi sejak tahun 2010 lalu itu.

Kuasa hukum Supardi Kendi Budiardjo dan istrinya Nurlela, Popo Dalimunthe dari kantor hukum Nizammudin & Junaidi Matondang, menyatakan, pihaknya saat ini tengh mempersiapkan surat untuk dilayangkan ke BPN Jakarta Barat, BPN Provinsi DKI Jakarta dan PBN Pusat.

“Kami akan layangkan surat dalam waktu dekat ini kepada instansi BPN Jakbar, Provinsi hingga BPN Pusat guna meminta pihak BPN dapat memediasi sengekta lahan tersebut antara klien kami dengan ASG,” kata Popo sat dionfirmasi, di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Menurut Popo, BPN perlu dan sangat memiliki kepentingan untuk memediasi ini agar persoalan sejak tahun 2010 ini tidak semakin berlarut-larut.

“Kami berharap BPN secepatnya memanggil ASG dan menyelesaikan tanah milik klien kami. Karena tanah milik Supardi Kendi Budiardjo dan Nurlela yang memiliki keabsahan surat mulai dari Kelurahan Cengkareng Timur dan Kecamatan Cengkareng, terletak di Jalan Lingkar Luar (Ring Road), kini dikuasai secara paksa oleh operator perumahan ala premanisme, sejak tahun 2010,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :