taher 07/11/2014

talaPOSKOTA.CO – Nama penganan ringan ini cukup akrab di telinga kita. Namanya, BOLU TALAS BOGOR. Kue berbahan dasar tepung tanaman Talas ini juga salah satu kuliner yang teramat beken di Kota Hujan Bogor.

Ini adalah salah satu bentuk kreativitas para pencetus kuliner yang patut diacungi jempol. Kota sejuk Bogor, memang daerah yang banyak sekali menghasilkan makanan khas yang unik. Ada ‘Es Sekoteng’, ‘Tauge Goreng’ dan ‘Soto Kuning Bogor’ maupun ‘Soto Mie Bogor’ yang kini cukup digemari di luar Kota Bogor.

Bogor, di samping Kota Bandung, memang tempat yang asyik untuk berwisata kuliner, terutama bagi warga Jakarta yang doyan melancong icip-icip. Banyak pilihan resto yang menyajikan aneka menu unik lainnya, seperti pizza panjang berukuran 1 meter, Cup Cake dan lain-lain.

Namun, di kawasan dekat Yogya Mall sekitar wilayah Cimanggu, terdapat makanan unik lainnya yang sungguh berbeda karena mencirikan khas Kota Bogor. Dialah Toko Kue D’Java.

Di tempat ini, selain banyak diproduksi ‘Bolu Talas Bogor’, ada juga tersedia oleh-oleh makanan ringan Khas Bogor. Seluruh hasil karya ini murni dari kelompok usaha UMKM kabupaten Bogor.

D’Java dibuka sejak tahun 2012. Produk andalan D’Java adalah ‘Bolu Talas Bogor’ dengan aneka pilihan rasa, mulai dari rasa ‘Bolu Talas Original’, ‘Bolu Talas Pisang’, ‘Brownis’, ‘Durian’ dan kini juga ada ‘Rainbow Cake’ yang terbuat dari bahan dasar tepung talas.

Bambang dan Kingkinarti adalah pemilik Toko Kue D’Java, memang telah memproduksi Bolu Talas Bogor sejak dua tahun silam. Saban harinya kedua pasangan suami istri ini bisa memroduksi lebih dari 500 loyang Bolu Talas. Jika di hari weekend, produksi bisa mencapai 1000-2000 loyang.

“Dalam sehari kami produksi 3 kali. Ini untuk mengantisipasi kalau ada pesanan dalam jumlah besar dadakan,” jelas Bambang.

Konsumen Bolu Talas diakui Kingkinarti dari tahun ke tahun tidak pernah ada habisnya, bahkan hingga luar Jakarta dan luar pulau Jawa. D’Java sejak awal sudah komit membuat Bolu Talas ini tanpa bahan pengawet dan zat pewarna kue lainnya. Maka jangan heran, saking asli dan sehatnya, Bolu Talasnya hanya bertahan maksimum 4 hari saja.

“Kami ingin menjaga kualitas rasa agar tetap segar dan tidak berubah dan sama sekali tidak berbahaya bagi pengonsumsinya,” tegas Kingkinarti.
CIPTAKAN RESELLER
Banyak sekali peminat ‘Bolu Talas D’Java’ hingga luar pulau Jawa. “Untuk wilayah Jakarta, saya masih melayani pesanan, karena jarak tempuh perjalanan kurang dari dua jam,” ujar Bambang.

Nah, Saking banyaknya peminat untuk dibukakan gerai cabang Toko Kue D’Java, maka Bambang dan istri membuka peluang usaha untuk bisa menjual Bolu Talasnya dengan sistem Reseller.

Untuk menjadi reseller, syarat yang diajukan D’Java cukup mudah, cuma menyerahkan fotocopy KTP. Pembelanjaan minimum tidak dibatasi. Bebas saja. “Sebab saya ingin bagi pemula yang tidak punya modal besar, tetap bisa menjual Bolu Talas D’Java. Artinya kita sama-sama diuntungkan kok. Mereka memasarkan produk kita, berarti kami dibantu promo oleh para reseller dan mereka dapat keuntungan dari hasil penjualan,” ungkap Bambang.

Untuk harga penjualan, reseller dibolehkan menaikkan harga lebih dari harga standar di Bogor, “Asal jangan melewati batas, karena jika kemahalan, mereka sendiri yang rugi jika kue-kue itu tidak laku,” ujarnya.

Jika di Bogor ‘Bolu Talas Original’ dijual seharga Rp 27.000, umumnya di Jakarta para reseller menjajakannya lagi menjadi di kisaran harga Rp 33.000. Harga ‘Bolu Talas Brownis’, yang biasanya dijual seharga Rp 30.000 dan yang ‘Rainbow Cake’ dibandrol seharga Rp 35.000.

“Kami juga memberikan reward, jika dalam sebulan bisa menjual 150 box, maka akan mendapat cashback 10%,” kata Bambang lagi.

Hingga saat ini Bambang dan Kingkinarti telah memiliki lebih dari 30 member Reseller yang tersebar di kawasan Jabodetabek. *** Hakim
Hakim Moesthaf

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :