BEKRAF GANDENG KEMENNAKER DAN BANK MANDIRI GELAR PELATIHAN ‘CODING MUM’ – Poskota.co

BEKRAF GANDENG KEMENNAKER DAN BANK MANDIRI GELAR PELATIHAN ‘CODING MUM’

Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menaker M Hanif Dhakiri, dan Dirut Kolaborasi Ide Kreatif Issac Sjahrir Djauhari, memberi penjelasan mengenai pelaksanaan orogram 'Coding Mum' saat jumpa pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, JUmat (24/3).
Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menaker M Hanif Dhakiri, dan Dirut Kolaborasi Ide Kreatif Issac Sjahrir Djauhari, memberi penjelasan mengenai pelaksanaan orogram ‘Coding Mum’ saat jumpa pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, JUmat (24/3).

POSKOTA.CO – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf memberikan pelatihan berupa bahasa pemprograman komputer alias coding bagi ibu rumah tangga dan buruh migran Indonesia. Pelatihan ini dinamakan ‘Coding Mum’. Untuk menyukseskan program pelatihan ini, Bekraf menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemennaker) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Program ‘Coding Mum’ telah dilakukan di beberapa kota di Indonesia, dan Bekraf juga membidik beberapa negara yang memiliki basis buruh migran Indonesia untuk dijadikan lokasi penyelenggaraan pelatihan ‘Coding Mum’. Negara yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut di antaranya, Singapura,Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi,” kata Triawan, pada acara Pelaksanaan Program ‘Coding Mum’, di Kementerian Ketenagakerjaan Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (24/3).

Kegiatan ‘Coding Mum’ ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para buruh migran wanita, ketika mereka pulang ke Indonesia, mereka bisa melakukan bisnis online dengan cara membuat laman usaha sendiri ataupun bekerja sebagai programmer. ‘Multiplier effect’ (dampak rentetan) yang mereka berikan dapat menghasilkan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan baru.

Selain Bank Mandiri, Bekraf juga menggandeng PT Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) dalam pelaksanaan pelatihan ‘Coding Mum’. Targetnya, pelatihan ini dilakukan dalam 12 batch atau angkatan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pihaknya akan menggandengkan program ‘Coding Mum’ dengan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dimiliki Bank Mandiri. “Kami akan menyinergikan program ‘Coding Mum’ dengan program ‘Mandiri Sahabatku’ yang telah dilaksanakan sebelumnya di Hongkong, Malaysia, Korea dan Singapura. (*/de/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)