taher 12/09/2015
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Pudji Hartanto menyatakan segera mempelajari langkah penanganan efektif terhadap kasus begal yang telah menimbulkan keresahan di wilayah hukum kedua provinsi.

“Kasus begal memang meresahkan masyarakat dan saya baru akan mempelajari dulu untuk percepatan penuntasannya,” ucap Kapolda Irjen Pudji Hartanto di Makassar, Sabtu.

Dikatakan kasus begal yang terjadi dibeberapa kota besar lainnya di Indonesia sudah menjadi perhatian Mabes Polri dan menjadi masalah serius bagi para pemimpin kepolisian.

Kapolda Irjen Pol Pudji Hartanto yang baru menjabat itu mengaku jika saat ini dirinya belum punya strategi jitu buat menuntaskan perkara begal yang sangat meresahkan masyarakat di Sulsel khususnya Makassar.

Karenanya, mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) itu berjanji akan segera mempelajari kasus begal di Sulsel ini dengan menggelar rapat koordinasi dengan para jajarannya.

Pudji juga akan mengevaluasi beberapa program prioritas seperti apa yang sudah dicanangkan oleh Kapolda sebelumnya Irjen Pol Anton Setiadji.

“Doakan saja, kita akan berusaha maksimal dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, rentetan perkara kejahatan jalanan atau begal yang terjadi di Makassar telah membuat warga menjadi khawatir karena aksi begal tidak mengenal waktu.

Bahkan, sehari sebelumnya, tepatnya Kamis, 10 September sekitar pukul 04.20 Wita, salah seorang wartawan Koran Tempo, Didit menjadi sasaran dari begal motor tersebut.

Korban yang beberapa kali dipanah oleh begal dan berusaha ditebas dengan menggunakan pedang samurai itu berusaha untuk melarikan diri dan kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya terjatuh di Jalan Sunggai Saddang.

Korban setelah terjatuh, langsung dikerumuni oleh warga dan sehingga para begal itu tidak sempat melakukan aksi penganiayannya itu terhadap korban.

Kemudian siang harinya, kembali aksi begal terjadi dan istri Kasubag Humas DPRD Makassar Taufiq Nadsir, Andi Asfiah juga menjadi korban tepat pukul 14.00 Wita di persimpangan lampu merah.

Korban sempat teriak meminta tolong, namun tidak ada warga yang ingin menolongnya karena para begal itu menggunakan senjata tajam dan ketapel serta anak panah.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*