taher 08/03/2016

8d1POSKOTA.CO – Teknologi nuklir dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi penggunaan plastik konvensional. Radiasi gamma dan berkas elektron dapat digunakan untuk membuat bahan baku pembuatan plastik (bijih plastik) dari bahan kopolimer yang mudah diurai (biodegradable) oleh alam dalam waktu yang sangat singkat.

Proses penyinaran radiasi terhadap bahan plastik tidak akan mengakibatkan bahan yang disinari menjadi radioaktif sehingga aman bagi penggunanya.

“Beberapa keunggulan proses radiasi adalah prosesnya relatif sederhana, aman, bersih dan tidak menggunakan katalis kimia, dan ikatan antara molekul bahan diradiasi terbentuk ikatan kimia, sehingga produknya relatif kuat dan dapat mempercepat produk plastik terurai olej mikroba tanah hanya dalam waktu 2-6 bulan, ” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, di Kantor Pusat BATAN, di Gedung A Lantai II, Jakarta.

Sementara itu, sifat lainnya hampir sama dengan bahan plastik konvensional, yaitu mudah dibentuk, mudah diwarnai dan dapat digunakan bukan hanya dalam bentuk kantong plastik, tetapi juga dapat digunakan untuk membuatan vas bunga, pot, produk hiasan, piring, gelas, dll.

Produk teknologi plastik ramah lingkungan dikembangkan oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) dengan menggunakan komposit limbah tapioka,” ujarnya.

Oleh karena itu, prosesnya dimulai dengan membuat biji plastik dengan berbasis limbah tapioka dan beberapa bahan polimer lainnya agar mudah terurai secara alami. (dade)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :