taher 16/06/2014
Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo

POSKOTA.CO – Kalau tak ada aral melintang, hari ini adalah pembacaan tuntutan atas tersangka kasus Century, Budi Mulia di Pengadilan Tipikor.

“Tidak adil jika pertanggungjawaban semua aspek kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam kasus penyelamatan Bank Century dibebankan ke pundak Budi Mulya,” ungkap anggota Timwas Century DPR, Bambang Soesatyo (BS) di Jakarta.

Karena itu, tambahnya, tuntutan jaksa KPK kepada Budi Mulya yang dibacakan Senin (16/6), hendaknya juga menyinggung tanggungjawab Gubernur BI dan para deputi gubernur BI lainnya dalam kapasitas mereka sebagai anggota dan peserta Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

Sebaliknya, tuntutan jaksa KPK kepada Budi Mulya, terdakwa dugaan korupsi pada kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, hendaknya disesuaikan dengan porsi tanggung jawab Budi Mulya sebagai Deputi Gubernur BI Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia (BI).

“Persetujuan RDG BI memberi FPJP untuk Bank Century nyaris ilegal karena tidak memenuhi syarat dan nilai agunan yang tidak mencukupi. Pemberian FPJP yang dipaksakan itu otomatis menjadi tanggung jawab pimpinan BI dan anggota RDG BI, bukan Budi Mulya seorang,” tambahnya.

RDG BI dalam kasus ini dipimpin Gubernur BI saat itu, Boediono. Karena itu, muatan tuntutan jaksa KPK terhadap Budi Mulya menjadi sangat strategis, karena materi tuntutan itu akan memberi gambaran kepada publik ke arah mana KPK akan menuntaskan skandal Bank Century ini.

“Tidak semua aspek dari kebijakan itu menjadi tanggung jawab Budi Mulya. Karena itu, dalam kapasitas saya sebagai anggota Timwas DPR untuk kasus ini, saya berharap agar pertanggungjawaban semua aspek dari kebijakan pemberian FPJP itu tidak semuanya dibebankan ke pundak Budi Mulya. Gubernur BI dan para deputi gubernur BI lainnya pun layak dimintai pertanggungjawaban,”pungkas politisi Partai Golkar ini. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*