ATLET SOINA PERINGATI HARI DOWN SYNDROME SEDUNIA – Poskota.co

ATLET SOINA PERINGATI HARI DOWN SYNDROME SEDUNIA

Sekitar 200 atlet SOIna berkumpul bersama di SLB Pembina Tingkat Nasional di Jalan Perikanan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (30/3), dengan orang tua, guru dan siswa sekolah umum, berolahraga bersama dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia.
Sekitar 200 atlet SOIna berkumpul bersama di SLB Pembina Tingkat Nasional di Jalan Perikanan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (30/3), dengan orang tua, guru dan siswa sekolah umum, berolahraga bersama dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia.

POSKOTA.CO – Sekitar 200 atlet Spesial Olympics Indonesia (SOIna) berkumpul bersama di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Tingkat Nasional di Jalan Perikanan, Lebak Bulus Jakarta Selatan, Kamis (30/3). Bersama-sama dengan orang tua, guru dan siswa sekolah umum, mereka berolahraga bersama dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia.

Kegiatan yang digagas oleh SOIna bersama Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Dit PPKLK), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini diselenggarakan sebagai suatu bentuk kampanye untuk mengajak masyarakat agar menerima, menghormati dan menghargai para penyandang down syndrome.

Kegiatan olahraga yang digelar hari ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan seperti senam aerobik bersama, fun games, bola bocce dan young athletes.

Dalam sambutannya, Direktur PPKLK Dikdasmen Kemendikbud Ir Sri Renani Pantjastuti MPA mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang masih memberikan stigma negatif tentang down syndrome. “Masih banyak masyarakat yang menganggap down syndrome adalah sebuah penyakit, bahkan kutukan,” katanya.

Akibatnya, sambung Sri, beberapa orang tua yang memiliki bayi down syndrome lantas menelantarkan bayinya, namun begitu pula saat orang tua yang membesarkan anak down syndrome menerima banyak ungkapan sinis yang merendahkan dan menyakiti perasaan keluarga.

Lebih lanjut Sri menjelaskan, SOIna telah membuktikan bahwa melalui pelatihan dan kompetisi olahraga secara rutin, selain dapat membentuk fisik yang sehat, para penyandang down syndrome dan tuna grahita lainnya mampu menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarga, sesama atlet special olympics dan juga masyarakat luas.

Untuk diketahui, setiap ajang kompetisi special olympics tingkat dunia, baik musim panas maupun musim dingin, atlet-atlet SOIna selalu berhasil membawa pulang medali emas. Bahkan SOIna saat ini telah memiliki seorang down syndrome yang menjadi juru kampanye global (International Global Messenger) Special Syndrome International yaitu, Stephanie Handojo.

“Kegiatan ini, SOIna ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar bahwa anak-anak down syndrome sama dengan anak-anak pada umumnya. Dengan mengajak siswa dari sekolah umum, diharapkan antara anak-anak down syndrome dan siswa-siswa dari sekolah umum tersebut dapat saling menumbuhkan interaksi dalam lingkungan sosial masyarakat melalui kegiatan olahraga,” ungkap Sri.

Sementara itu, Ketua Umum SOIna Faisal Abdullah mengatakan, upaya pembinaan olahraga terhadap atlet disabilitas intelektual, termasuk down syndrome di dalamnya, harus terus didukung oleh semua kalangan, baik pemerintah maupun swasta, dan berterima kasih atas dukungan dari Direktorat PPKLK Dikdasmen Kemendikbud terhadap kegiatan ini.

“Kami berharap kerja sama dengan Direktorat PPKLK dapat terus ditingkatkan. Sebab SOIna memiliki banyak program kegiatan bagi atlet-atlet tuna grahita di seluruh Indonesia,” pungkas Faisal. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Fraksi Demokrat DPRD Maluku meminta KPU setempat menunjukan surat Fatwa Makamah Konstitusi yang menyatakan bahwa Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menetapkan inkrah. Dan itu tidak ada pengaruh terhadap hasil sengketa Perselisihan Hasil Pilkada Ulang (PHPU) Maluku putaran kedua pada 14 Desember 2013. "Kalau sudah tidak ada pengaruhnya maka perlu didorong secepatnya menerbitkan Surat Keputusan (SK) pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih," kata Wakil Ketua F-Demokrat DPRD Maluku, Melky Frans di Ambon, Rabu. KPU DIKALAHKAN Menurut dia, proses persidangan di MK itu mengadili hasil sengketa PHPU bukan sengketa administratif yang secara hukum, KPU Maluku sudah dikalahkan melalui putusan PTUN yang membatalkan SK KPU Maluku No.16/Kpts/KPU - PROV -028/IV/2013 tertanggal 24 April 2013. "Fraksi Demokrat DPRD Maluku juga mendorong KPU setempat segera diberhentikan, karena sudah purna bhakti. Sebab dengan menyerahkan surat usulan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada 3 Februari 2014 dan DPRD sudah menindaklanjuti ke Menteri Dalam Negeri, maka KPU harus meletakan jabatannya," kata Melky. RAPIM Ia menjelaskan, bahwa pada 5 Februari 2014 DPRD Maluku melakukan rapat pimpinan terbatas dan hasilnya empat fraksi secara lisan memberikan dukungan sedangkan dua fraksi belum memberikan dukungan, karena perlu meminta KPU setempat memberikan penjelasan hukum secara jelas, terkait keputusan lembaga peradilan PTUN inkrah. "Fraksi Demokrat tidak setuju terhadap surat usulan KPU Maluku untuk proses pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih, karena kita tidak mau proses pelantikan dipaksakan jalan dan beberapa waktu kemudian timbul persoalan baru, maka yang rugi adalah, kandidat, rakyat dan daerah," ucapnya. "Sekali lagi kami belum memberikan persetujuan karena perlu membutuhkan sebuah penjelasan hukum yang jelas dari KPU dan MA tentang Keputusan PTUN yang menetapkan inkrah mengalahkan KPUD atas pasangan cagub-cawagub Jecky-Adam," katanya. Ia menambahkan, ada enam fraksi di DPRD dalam membuat keputusan secara kolektif kolegial dan ketika ada empat fraksi yang menyatakan surat usulan KPU itu perlu ditindaklanjuti maka wajib disampaikan ke Mendagri sebab ini keputusan bersama DPRD. BELUM TERIMA Tetapi dalam prosesnya ada dua fraksi yang menyatakan belum menerima karena masih butuh penjelasan yang jelas dan jujur tentang Keputusan PTUN inkrah dan sudah ada surat perintah untuk eksekusi keputusan itu. "Mestinya sejak awal harus memberikan penjelasan kepada rakyat bahwa tidak ada permasalahan lagi, itu berarti kita semua mendorong SK diterbitkan untuk segera sidang paripurna pelantikan. Jangan menuding Fraksi Demokrat yang mengganjal, saya mau katakan tidak ada yang mengganjal Pak Said Assagaff-Zeth Sahuburua (Setia), karena kita butuh pemimpin yang definitif," kata Melky. antara