Djoko Waluyo 28/06/2014

POSKOTA.CO – Ke Bandung atau Lembang selama bulan Ramadhan, kenapa tidak? Bila ingin ngabuburit yang beda dari biasanya, inilah tempatnya yang cocok dan sangat mengasyikkan untuk ngabuburit, Floating Market Lembang (FML).

Jika Anda ngabuburit di FML, dijamin akan merasakan pengalaman yang berbeda yang selama ini ada, dan tak terlupakan. Ngabuburit di FML sangat beda. Anda dan keluarga atau dengan sahabat-sahabat tercinta atau dengan komunitas, bisa menikmati pemandangan alam yang yang luar biasa indah.FML2

Sambil memutari area FML seluas 7 Ha lebih, diterpa udara sejuk dan hawa segar, bersih dan tentu sangat menyehatkan terutama buat paru-paru. Atau ngabuburit sambil menaiki perahu berputar-putar menikmati pemandangan alam FML yang dikitari bukit-bukit nan indah.

Seorang remaja cantik pengunjung FML yang tahun lalu sempat ngabuburit di FML mengutarakan pengalamannya. Cewek bernama Indah Lilawati ini mengatakan, “Ngabuburit di FML sensasinya berbeda. Disamping bisa menyatu dengan alam, tempatnya indah, makanannya enak-enak, banyak pilihan.

Waktu ngabuburit juga tak terasa, tiba-tiba saat waktunya buka puasa, saking asyiknya. Maka puasa ini saya akan mengulang ngabuburit di FML bersama teman-teman,” kata remaja asal Cikarang yang masih duduk di sebuah Perguruan Tinggi di Bandung ini.

Apa yang diutarakan Indah memang betul. Memang, justru selama Ramadhan FML banyak dikunjungi wisatawan, baik dari Lembang, Bandung maupun Jakarta atau daerah lain.

Vanissa asal Serang, Banten, misalnya, Ramadhan tahun lalu bersama keluarganya sempat ngabuburit ke FML, bahkan ia sempat menginap bersama keluarganya di Lembang.“Di FML memang tidak ada penginapan, tapi disekitarnya banyak hotel, bahkan dekat FML banyak vila yang bisa disewa,” jelas Vanissa.FML1

Menjelang ramadhan bahkan rumah-rumah antik dan kuno di sisi-sisi danau FML, banyak yang disewa komunitas ibu-ibu untuk pengajian dalam menyambut bulan Ramadhan. Penampilan mereka umumnya agak berbeda, karena menggunakan hijab dengan motif atau warna seragam tersendiri. Di FML mushola-nya juga banyak, bahkan ada mushola terapung.

Selama bulan Ramadhan rumah-rumah antik dan kuno juga banyak yang di booking untuk buka bersama. Namun bukan berarti buka di sisi danau tak kalah asyik, malah banyak yang menyukainya.

”Kalau saya lebih suka buka puasa di sisi danau, lebih asyik, suasana outdoor-nya bagus, dan kalau hujan tidak kehujanan. Bahkan kita bisa memesan kopi dari warung kopi terapung.

Hawa sejuk, udara bersih, berbuka puasa sambil menikmati kopi hangat rasanya sungguh berbeda,” tutur Ade Surahman, pengunjung FML Rancaengkek.

FML didirikan pada tahun akhir tahun 2012 oleh The Big Price Cut (TBPC) Group yang dimiliki oleh Perry Tristianto, yang dikenal ‘Raja Factory Outlet’, karena itu di FML juga tersedia factory outlet (FO), bisa untuk membeli baju lebaran.

Konsep FML sebenarnya simple, membuat food court terapung, namun dikemas dengan unik, berbeda, komplit, menarik, mendidik, tersaji dalam satu area dan menyatu dengan alam sehingga tidak mempengaruhi ekosistem alam di kawasan Lembang yang padat oleh tujuan wisata.

Area paling ramai ada di dermaga, Pasar Terapung yang menjual berbagai makanan ini paling ramai di kunjungi, sebagaimana pasar pada umumnya. Sampan atau jukung menawarkan berbagai makanan dan asesoris atau barang-barang kerajinan.

Kurang lebih sama dengan PasarTerapung Banjarmasin, Kalimantan atau yang ada di Thailand, jadi Anda tak usah jauh-jauh kesana, cukup ngabuburit di FML saja. Makakannya enak-enak mulai dari jajanan lokal jaman dulu yang sekarang sulit ditemui sampai makanan western.

Secara keseluruhan, FML dibuat seperti suasana pedesaan yang damai dan asri. Bahkan ada area ’Kampung Leuit’, yang didesain seperti pedesaan tempoe doeloe.

FML

Di desa itu lengkap ada sawahnya, sungai kecil yang alami dengan lumbung-lumbung padi atau hasil panen lainnya. Juga ada semacam gazebo yang biasa digunakan para petani istirahat setelah menggarap sawahnya.

Di ‘Kampung Leuit’ dijual berbagai macam sayuran dengan cara memetik sendiri. Ada strawberry memetik sendiri.

Di sekitar Pasar Terapung itu berderet berbagai bangunan, ada gazebo dan tempat makan yang menyediakan berbagai menu makanan lokal maupun mancanegara.

Menyantap makanan sambil pemandangan yang indah nan hijau, disertai silir-silir udara sejuk dan segar seperti menikmati air condition raksasa, rasanya tak ada selain ngabuburit di FML.

Permainan anak juga lengkap tersedia, mulai wahana air sampai berbagai macam permainan. Sangat cocok untuk wisata bersama keluarga. Setidaknya untuk mendekatkan anak dengan alam dan permainan air.

Juga ada rumah kelinci yang diperbolehkan dipegang pengunjung, ada ikan yang siap menunggu pengunjung memberi makanan.

Ada KTV, flying fox anak-anak, ada kuda-kudaan memutar seperti di pasar malam, ada kereta-kereta apian. Ada permainan tangkap ikan, dan masih banyak lagi.

Tiket masuk ke FML hanya Rp10.000,- (sepuluh ribu rupiah), dan tiket ini dapat ditukar dengan minuman ringan.

Yang menarik dan unik, seluruh transaksi di dalam FML seluruhnya menggunakan koin, mulai dari pecahan Rp5.000 (lima ribu rupiah) hingga Rp100.000,- (seratus ribu rupiah).

Kalau mau tahu info lengkapnya kunjungi www.flomartlembang.com, atau ke fb -nya : Floating Market Lembang, dan twitter-nya, @flomartlembang.

FML buka setiap hari, tak pernah ada liburnya. Dan khusus bulan Ramandhan buka dari jam 10 sampai jam 8 malam. Untuk mencapai tujuan wisata FML tidaklah sulit.

Setelah tiba di Lembang, cari Pasar Lembang, dan dari Pasar Lembang Anda tinggal menuju ke Jalan Grand Hotel. FML berada di Jalan Grand Hotel No. 33 E, Lembang.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*