ARCANDRA: SAYA SUDAH MENGEMBALIKAN PROSES KEWARGANEGARAAN AS – Poskota.co

ARCANDRA: SAYA SUDAH MENGEMBALIKAN PROSES KEWARGANEGARAAN AS

POSKOTA.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr Arcandra Tahar MSc, PhD mengaku masih memegang paspor Indonesia atau berstatus warga negara Indonesia (WNI).

“Paspor Indonesia saya masih valid. Silakan dicek,” kata Arcandra usai mengikuti acara HUT Kemerdekaan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (14/8).

Menteri yang akrab disapa Candra itu menegaskan, sudah mengembalikan proses kewarganegaraan Amerika Serikat (AS). “Proses-proses di sana (AS) terkait pertanyaaan teman-teman (wartawan), sudah saya kembalikan. Coba lihat tampang saya, masih Padang kan? Bahasa Indonesia saya juga medok Padang-nya,” ujar lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) Teknik Mesin dan Texas A&M University Ocean Engineering ini.

Namun, Candra enggan menjawab sejak kapan proses kewarganegaraan AS tersebut dikembalikannya. “Saya sudah kembalikan, silakan tanya kepada yang berwenang,” tandasnya.

Arcandra Tahar yang dilantik Presiden Joko Widodo sebagai menteri ESDM pada 27 Juli 2016, menggantikan Sudirman Said, tengah diterpa isu cukup serius. Sesuai viral yang beredar di media sosial (medsos) seperti WhatsApp sejak Sabtu (13/8), Arcandra disebutkan memiliki kewarganegaraan AS setelah melalui proses naturalisasi sejak Maret 2012.

Arcandra disebut telah mengucap sumpah setia kepada AS saat itu. Sementara, Indonesia tidak mengenal dwikewarganegaraan, sehingga bila informasi tersebut benar, maka status WNI Arcandra bisa hilang.

Paspor Indonesia
Sementara itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan, Menteri ESDM Arcandra Tahar tidak pernah melepas kewarganegaraan Indonesia. Saat kembali ke Indonesia menjadi menteri, Arcandra pun menggunakan paspor Indonesia, bukan Amerika Serikat. “Paspor Indonesia beliau juga masa berlakunya baru habis tahun depan,” kata Pratikno, Minggu (14/8).

Meski begitu, Pratikno tidak bisa menjawab ketika ditanya apakah Candra sudah melepas kewarganeraan AS atau belum. Istana juga belum bisa melakukan klarifikasi ke otoritas terkait. “Kalau masalah itu, biar otoritas terkait yang menjelaskan,” ujar Mensesneg.

‎Pratikno menceritakan, Presiden Jokowi memang sengaja memanggil Arcandra Tahar kembali ke Indonesia untuk membantu bangsa. Jokowi, kata Pratikno, ingin orang-orang hebat Indonesia yang bekerja di luar negeri, kembali ke Tanah Air.

Arcandra, kata Pratikno, memiliki kualifikasi internasional dan dan memiliki beberapa paten di bidang energi. “Pak Presiden sangat tertarik dengan figur yang bersangkutan. Pak Arcandra juga terpanggil untuk mengabdi. Sekali lagi kami tegaskan, Pak Arcandra adalah pemegang paspor Indonesia,” pungkas Mensesneg Pratikno. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)