taher 18/03/2015
Tes urine anggota Polri
Tes urine anggota Polri

POSKOTA.co – Sebanyak 100 anggota dari Kodam XVII/Cenderawasih menjalani tes urin di Aula Tony A. Rompis bukit Polimak III, Kota Jayapura, usai mengikuti sosialisasi bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Teguh Pudji Raharjdo kepada Antara Jayapura, Selasa malam mengatakan penanganan penyalahgunaan narkotika perlu menjadi perhatian serius oleh semua pihak termasuk instansi vertikal Pemerintah Pusat yang ada didaerah.

“Peredaran narkotika saat ini sudah merambah ke seluruh wilayah baik di kota maupun di desa dan yang menjadi korban adalah seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai strata sosial termasuk kalangan pelajar atau siswa sekolah, institusi pemerintah maupun swasta,” katanya.

Oleh karena itu, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 212 tahun 2011 tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kodam XVII/Cenderawasih merespon dengan melaksanakan penyuluhan tentang bahaya Narkoba kepada seluruh anggota TNI maupun PNS TNI.

“Acara penyuluhan itu diawali dengan pengarahan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G. Siahaan. Dilanjutkan kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkoba oleh BNN Papua di bawah pimpinan Kepala BNN Kombes Pol Antonius Kadarmanta,” katanya.

Teguh mengemukakan untuk melakukan tindakan aktif dalam mencegah dan menanggulangi narkoba, sebanyak 100 orang personel militer Kodam XVII/Cenderawasih menjalani sampel tes urine setelah menerima pengarahan tentang bahayanya narkoba untuk mendeteksi jika ada penyalahgunaan obat-obat terlarang psikotropika/narkoba.

“Selain itu Kepala BNN Papua juga memberi pengarahan tentang hal bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan obat terlarang narkoba kepada sekitar 700 orang personel militer dan PNS Kodam XVII/Cenderawasih,” katanya.

Dalam pemaparanya Kepala BNN Papua Anthonius Kadarmanta memberikan penjelasan efek negatif lebih banyak ditimbulkan oleh penggunaan obat terlarang psikotropika mulai dari gangguan saraf sampai dengan gangguan kejiwaan.

“Disamping membahayakan diri sendiri juga akan membahayakan orang lain akibat imbas yang ditimbulkan narkoba. Narkoba adalah musuh bersama masyarakat dan harus dibasmi,” kata Teguh menirukan penjelasan Kepala BNN Papua Anthonius Kadarmanta.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*